Beritabanten.com — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Kerakyatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (26/12/2024).

Mereka menuntut pembatalan penerapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen yang dijadwalkan berlaku pada 1 Januari 2025. Dalam orasinya, para mahasiswa menilai bahwa kebijakan tersebut tidak linier dengan daya beli masyarakat dan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

Aksi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa ini menyuarakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap membebani rakyat, terutama kalangan menengah ke bawah. Salah seorang orator dalam aksi tersebut, Rina Sari, menyatakan,

“Kenaikan tarif PPN 12 persen akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, terutama bagi mereka yang pendapatannya terbatas. Ini jelas tidak adil, karena tarif pajak harusnya disesuaikan dengan kemampuan rakyat.”

Para pengunjuk rasa juga menyoroti potensi penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan tarif PPN tersebut. Mereka khawatir, dengan adanya kebijakan ini, harga barang dan jasa akan semakin mahal, sehingga semakin membebani kehidupan sehari-hari rakyat.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2025, PPN akan dikenakan tarif baru sebesar 12 persen, naik dari 10 persen yang berlaku saat ini. Keputusan ini kemudian memicu berbagai reaksi negatif di masyarakat, mulai dari unjuk rasa di berbagai daerah hingga petisi penolakan yang muncul di situs perubahan.org.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian protes mahasiswa yang menuntut agar pemerintah mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, dengan memberikan perhatian lebih pada dampaknya terhadap ekonomi masyarakat, khususnya kelompok miskin dan menengah. Aksi unjuk rasa hari ini berlangsung damai, meskipun sejumlah titik di kawasan sekitar Patung Kuda sempat mengalami kemacetan. (Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com