Beritabanten.com – Pemberian izin pengelolaan tambang pada perguruan tinggi kemungkinan menimbulkan konflik kepentingan karena jenis perguruan tinggi beragam.
Hal itu disampaikan pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah, mengingat jenis perguruan tinggi di Indonesia berbeda posisi akreditasinya terkait siapa yang berhak mendapatkan konsesi tersebut.
Dia mencontohkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti UPN (Satuan Kerja), BLU seperti UNJ, hingga PTN BH seperti UI, ITB, dan UGM boleh jadi mendapat konsesi pengelolaan tambang tersebut. Lalu bagaimana nasib Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dasarnya akreditasi.
“Kalau perguruan tinggi diberi kewenangan mengelola tambang, ini berpotensi konflik besar, apalagi kalau tidak semua perguruan tinggi setuju,” ujarnya pada kompas, Rabu (22/1/2025)
Dia menduga alasan pemberian kosesi tambang pada perguruan tinggi sebagai solusi lain dalam memberikan sumber pendanaan mandiri bagi kampus agar tidak bergantung pada suntikan APBN.
Langkah tersebut dinilainya dapat menimbulkan tantangan, terutama soal tata kelola dan pengawasan. Selain itu, kampus mana saja yang berhak mengelola konsesi tambang juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kecemburuan.
“Kalau ini diterapkan, apakah hanya PTN BH yang diberikan kewenangan? Kalau untuk PTS, apakah hanya yang berakreditasi unggul?” kata Trubus.
“Karena kalau dasarnya akreditasi unggul, jumlahnya terbatas, seperti Trisakti, Untar, atau Universitas Pancasila. Potensi konflik bisa muncul dari pembagian kewenangan ini,” dia tambahkan.
Ia juga mempertanyakan asal-usul wacana memberikan izin tambang bagi perguruan tinggi yang muncul tak lama setelah organisasi masyarakat keagamaan mendapatkan konsesi tambang.
Menurut dia, implementasi dari pengelolaan tambang oleh organisasi masyarakat harus dievaluasi terlebih dahulu sebelum memunculkan wacana baru.
“Implementasi di lapangan itu seperti apa? Ini belum jelas. Kalau ormas mengelola tambang saja belum ada hasilnya, sekarang ditambah perguruan tinggi. Berat sekali kalau tanpa persiapan matang,” demikian dia menutup. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan