Beritabanten.com – Kementerian Kooridanator Perekonomian yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto mengungkapkan proyek kereta Woosh jadi simbol keberhasilan alih tekhnologi di tanah air.
Hasil kerjasma Indonesia dengan negeri tirai bambu tersebut turut dipamerkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan ketika menghadiri forum 10th Belt and Road Summit 2025 di Hong Kong, Kamis (11/09).
Dalam forum Belt and Road tersebut, kata Ferry, hadir banyak investor khususnya yang bakal mendorong proyek infrastruktur yang berada di bawah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan disinergikan dengan BUMN infrastruktur dan logistik terkait.
“Dampak ekonomi yang cukup besar sangat dirasakan dengan adanya proyek-proyek di PSN, salah satunya KCJB/Whoosh yang dioperasikan oleh BUMN yaitu PT. Kereta Api Indonesia (KAI),” ujar dia, dikutip redaksi dari laman resmi ekon.go.id, Senin 15 September 2025.
“Dimana Whoosh telah melayani lebih dari 11 juta penumpang sejak beroperasi pada 2023, menyerap 90% tenaga kerja lokal saat konstruksi, serta menjadi simbol alih teknologi dan kerja sama Indonesia–Tiongkok,“ dia tambahkan.
Pada sisi, kata Deputi Ferry Irawan, saat ini terdapat 6 signifikan proyek dibawah PSN yaitu 4 kawasan industri Tanah Kuning, IKN, dan KCJB, dengan total investasi IDR649,49 triliun yang sebagian besar merupakan investasi dari Tiongkok dengan keterlibatan beberapa BUMN.
Lanjut dia, proyek PSN tersebut tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat, antara lain penciptaan lapangan kerja, pengembangan wilayah, alih teknologi dan transfer pengetahuan, serta pertumbuhan perdagangan dan investasi.
“Proyek strategis ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendorong inovasi, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan berkelanjutan. Kami mengundang mitra dari Hong Kong, Tiongkok, dan negara-negara BRI (Belt and Road Initiative) lainnya untuk turut serta berinvestasi di kawasan industri, energi terbarukan, serta infrastruktur digital,” pungkas Deputi Ferry Irawan.
Belt and Road Summit adalah platform internasional utama untuk mempromosikan kolaborasi bisnis dengan mempertemukan para pejabat senior pemerintah, perwakilan lembaga internasional, pemimpin bisnis, dan pakar industri dari berbagai negara dan kawasan di sepanjang Belt and Road untuk bertukar pandangan tentang kerja sama multilateral dan menjajaki peluang bisnis baru yang muncul dari Inisiatif Belt and Road.
Untuk Edisi Kesepuluh pada tahun 2025 ini mengumpulkan lebih dari 6.000 peserta dari 76 negara dan wilayah, menampilkan 97 pembicara terkemuka, dan memfasilitasi lebih dari 800 pertemuan tatap muka bisnis yang melibatkan lebih dari 290 proyek. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan