Beritabanten.com – Debat perdana Pilgub Banten 2024 beberapa waktu lalu diwarnai oleh pernyataan Dimyati Natakusumah terkait peran perempuan.

Pernyataan Airin Rachmi Diany tentang program Kartini Banten seolah menjadi respons atas pernyataan Dimyati, bahwa perempuan penopang ketahanan keluarga.

Kata Airin, Kartini Banten adalah cara efektif untuk memberikan perlindungan bagi keluarga lewat peran strategis perempuan.

“Kami punya program Kartini Banten. Di situ ada perlindungan keluarga, anak, perempuan. Bukan hanya urusan pendidikan saja, tetapi juga urusan kesehatan dan perlindungan kekerasan anak dan perempuan,” ujarnya, Kamis, 17 Oktober 2024.

Mantan Wali Kota Tangsel tersebut soroti perempuan yang sering kali terpinggirkan dalam pendidikan karena keterbatasan biaya. Solusinya, kata dia, harus disediakan beasiswa bagi anak-anak perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Kami sangat hadir memberikan beasiswa kepada anak-anak perempuan yang mau bersekolah. Bahkan tidak hanya sampai dengan SMA, tetapi ke perguruan tinggi bagi,” katanya.

Kendati demikian, tegas Airin, program tersebut  juga memberikan perhatian kepada anak laki-laki berprestasi, dengan harapan pendidikan dapat mengubah nasib mereka.

Menurut Airin, ilmu pengetahuan adalah bekal penting untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup.

“Ilmu tidak berat dibawa ke mana-mana, dengan ilmu akan memberikan bekal kepada anak-anak agar bisa mendapatkan pekerjaan, penghasilan, bagi calon ibu sebagai pendidik anak-anak agar hidup lebih baik lagi,” jelasnya.

Airin menambahkan, konsep Kartini Banten menekankan pentingnya pendidikan untuk semua anak, bertujuan mengurangi angka putus sekolah sehingga setiap anak dapat menyelesaikan pendidikan minimal hingga SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Sehingga tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, minimal bisa sekolah sampai SMA, bahkan ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Diberitakan, ada hal menarik dan tengah menjadi sorotan publik pada debat perdana pilgub Banten yang dilakukan semalam, Rabu (16/10/2024).

Dalam debat yang berlangsung selama 150 menit itu, salah satu topik yang dibahas adalah tentang kesetaraan gender dengan fokus pada upaya meningkatkan pendidikan untuk perempuan.

Pasalnya di penghujung acara, saat sesi tanya jawab antar paslon terdapat pernyataan yang menarik perhatian.

Cawagub nomor urut 1, Ade Sumardi melontarkan pertanyaan kepada Cawagub nomor urut 2, Dimyati Natakusumah tentang strateginya memberantas kasus-kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan.

Dalam respon atas pertanyaan tersebut, Cawagub Banten nomor urut 2, Dimyati Natakusumah menyebut perempuan jangan diberikan beban yang berat seperti menjadi gubernur.

“Wanita itu jangan terlalu dikasih beban berat apalagi jadi gubernur. Itu berat lho, luar biasa, maka oleh sebab itu laki-laki lah harus membantu memaksimalkan bagaimana Banten ini maju,” ujar Dimyati. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com