Beritabanten.com – Kebiasaan kaum muslim di tanah air memilih hewan kurban berbeda-beda yang salah satunya ditentukan oleh keunikan hewannya.
Itu rata-rata dari ukuran besar yang melahirkan kesan gagah dan mewah sehingga menyebabkan kesan istimewa bagi yang berkurban maupun yang menerima dagingnya.
Semisal pembahasan hewan kurban petinggi negara yang setiap tahun jadi berita bamyak media karena punya kelebihan unik yang membuat semua orang penasaran.
Meski demikian Anda bisa mempertimbangkan untuk memilih Kambing Peranakan Etawah (PE) sebagai hewan kurban yang mempunyai kesan unik dari bentuk badannya.
Idul Adha 2205 bakal berkesan dan bermakna untuk ukuran kebiasaan mempersembahkan yang terbaik dalam ibadah penyembelihan hewan kurban.
Penjual hewan kurban Saudara Farm bernama Dado mengungkapkan bahwa peminat Kambing PE masih ada dengan sekala tertentu untuk dijadikan hewan kurban.
“Punya kami sudah ada yang beli ini, karena melihat bentuknya unik dan asyik,” katanya di Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Minggu 25 Mei 2025.
Dia jelaskan, secara umum sekala usaha budidaya kamping PE masiih terbilang jarang paling 2-4 ekor dalam konsep agrobisnis di tanah air.
Padahal, kata dia, Kambing PE merupakan kambing dwi guna bisa sebagai kambing perah untuk kambing betina dan sebagai pedaging, terutama pejantan.
“Susu kambing PE dipercaya banyak khasiatnya untuk kesehatan karena memiliki nilai gizi yang tinggi,” ungkapnya meyakinkan.
“Banyak orang mengkunsumsi susunya untuk tujuan kesehatan. Kemudian harga susu kambing PE jauh lebih mahal dari harga susu sapi, bisa mencapai 4-8 kali lipat,” dia tambahkan.
Karena itu, kata dia, peluang pasar untuk Kambing PE masih terbuka luas, baik susu maupun dagingnya dengan tetep memperhatikan kualitas kesehatan.
Kambing Etawa dari India
Melansir laman resmi Kementerian Pertanian (Kemantan) RI Kambing PE berasal dari India yang biasa disebut kambing jamunapari.
Kambing jamunapari atau yang dikenal di Indonesia sebagai kambing etawah, yakni Etawah (Uttar Pradesh) merupakan nama daerah di India.
Kambing Etawah beratnya bisa mencapai 90 kg, dengan produksi susu bisa mencapai 4-5 liter per hari.
Sedangkan Kambing PE merupakan kambing keturunan dari Kambing Jamunapari atau Etawah, hasil persilangan Kambing Etawah dengan kambing lokal indonesia.
Berat kambing PE bisa mencapai 90 kg dan produksi susunya sekitar 1-2 liter/hari.u
Mlanya Kambing etawah di Indonesia dibawa oleh kolonial Belanda pada zaman penjajahan.
Kambing etawah pertama sekali berkembangbiak di Jawa Tengah dikawinkan dengan kambing lokal hasilnya adalah Kambing PE.
Saat ini kambing PE sudah mulai tersebar di seluruh Indonesia.
Penampilan kambing PE memiliki tubuh yang tinggi dan badan yang panjang, telinga yang panjang terkulai ke bawah menghadap kedepan, hidung yang menonjol kedepan dan pada kambing betina bentuk ambing seperti botol terbalik.
Secara umum peternak di Jawa Tengah berpendapat bahwa Kambing PE asli yaitu kambing dengan warna kepala hitam dan tubuhnya berwarna putih. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan