Beritabanten.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang merilis data kontribusi retribusi persampahan di Kabupaten Pandeglang sampai bulan Mei 2025, hanya Rp670 juta atau 20,8 persen dari target yang ditetapkan.

Padahal DLH Pandeglang menetapakan target pendaptan sebesar Rp3,2 Milyar untuk Tahun kerja 2025.

Meski demikian, jumlah tersebut merupakan menjadi yang terbesar dalam penyumbang pendapatan yang jadi kewenangan DLH Pandeglang

“Meski capaiannya masih di bawah 50 persen, tetapi retribusi sampah menjadi sektor yang paling besar menyumbang pendapatan, dibanding 3 sektor lagi yang menjadi kewenangan DLH,” kata Sekretaris DLH Pandeglang, Winarno, dikutip redaksi dari RRI, Senin (19/5/2025).

Adapun retribusi pesampahan yang ditetapkn oleh peraturan menteri adalah sampah rumah tangga dan sejenisnya.

Winarno mengungkap sejumlah kendalah, di antaranay sarana, prasarana dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan pendapatan retribusi persampahan tersebut.

“Saat ini pelayanan retribusi sampah baru mencakup 22 kecamatan dari total 35 kecamatan yang ada di Pandeglang,” keluh dia.

“Ke depan harapan kami ingin ditambah armadanya, SDM-nya, maupun BBM-nya, sehingga kami bisa menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Pandeglang,” dia tambahkan,

Selain sampah, DLH Pandeglang juga memungut retribusi penyedotan kakus dengan target Rp36,3 juta, tetapi baru terealisasi Rp4 juta atau 11,7 persen.

Untuk pelayanan tempat rekreasi dan olahraga di Alun-alun Pandeglang, dari target Rp25 juta, baru terkumpul Rp2 juta atau 7,9 persen.​

“Sementara retribusi laboratorium yang ditargetkan Rp125 juta, hingga kini baru mencapai Rp10 juta atau 8,7 persen,” ujarnya.

Namun, Winarno optimistis target PAD dapat tercapai tahun ini. Soalnya dalam dua tahun terakhir, DLH Pandeglang selalu berhasil melebihi target yang ditetapkan.

“Ya, optimis, karena memang dalam dua tahun terakhir, dari 2023 sampai 2024, kami selalu melebihi target. Ini hasil real kami,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com