Beritabanten.com — Setelah menuai banyak kritik karena dianggap memperburuk krisis kelaparan di Gaza, pemerintah Israel akhirnya memutuskan untuk memberikan jeda serangan terbatas di tiga titik wilayah Gaza.
Jeda ini akan berlangsung selama 10 jam setiap harinya guna memungkinkan distribusi bantuan kemanusiaan.
Keputusan tersebut bertujuan mempermudah akses bagi PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan dalam menyalurkan makanan serta obat-obatan kepada masyarakat yang terdampak perang.
Seiring dengan semakin parahnya konflik, lebih dari dua juta penduduk Gaza dilaporkan mengalami kesulitan mengakses kebutuhan dasar, terutama pangan.
Sebelumnya, distribusi bantuan terkendala akibat blokade dan kerusakan jalur pengiriman. Namun kini, sejumlah truk bantuan mulai bisa masuk melalui perbatasan Mesir dan jalur Kerem Shalom, meskipun masih harus melalui prosedur pemeriksaan yang ketat dari pihak Israel.
Di tengah kondisi yang memprihatinkan, Israel membantah tuduhan bahwa mereka menjadi penyebab utama krisis kelaparan ini. Sebaliknya, mereka menuding kelompok Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya situasi.
Sementara itu, masyarakat Gaza hanya bisa menggantungkan harapan pada bantuan yang semoga benar-benar sampai ke tangan mereka.
“Bagi kami, satu potong roti saja sudah bisa berarti kehidupan,” ungkap seorang warga Gaza yang ikut mengantre bantuan sejak pagi hari.(Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan