Beritabanten.com – Almarhum Triayana Sam’un adalah tokoh kunci pembentukan Provinsi Banten yang memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat. Dia tidak berhenti di situ, tapi melanjutkan dengan berlaga di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Banten 2006.
Pilgub pertama di bumi sejuta pendekar tersebut jadi medan perjuangan Triayana berpasangan dengan Benyamin Davnie yang kini menjabat Wali Kota Tangerang Selatan.
Triayana bisa maju hajat menyalurkan aspirasi warga Banten itu, atas dukungan politik PPP dan PAN, meski tidak berhasil memenangkan laga Pilgub Banten 2006
Triayana-Benyamin berlaga di Pligub Banten 2026 dengan kontestan lainnya; yakni Ratu Atut Chosiyah-Muhammad Masduki dengan dukungan Golkar, PDIP, PBB, PBR, PDS, Pelopor, dan PKPB
Sisanya pasangan Irsyad Djuali dan Mas Achmad Damiri yang didukung oleh PKB dan Zulkiefmansyah dan Marissa Haaue yang didukung oleh PKS dan Sarikat.
Pemungutan suara yang digelar pada 26 November 2006 itu dimenangkan oleh Ratu Atut Chosiyah-Muhammad Masduki dengan perolehan suara 1.445.457 suara yang dilantik pada 11 Januari 2007 jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Meski momen politik tersebut tidak mengantarkan Triayana pada pengabdian lebih mendalam, tapi tetap jadi bukti kuat komitmen Triayana untuk menjadikan Banten maju dan sejahtera.
Perjuangan politik itu bagi Triayana adalah konsekuensi logis dari kiprahnya waktu itu yang berjuang mendirikan provinsi Banten beraama tokoh lain dengan dukungan total warga Banten.
Triayana terus berkiprah dalam ranah sosial kemasyarakatan sambil meneruskan profesi menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung.
Pria yang menghembuskan nafas terakhir pada Minggu 11 Januari 2026 adalah contoh pejuang dan pengabdi bagi banyak orang Banten.
Dia meninggalkan jejak perjuangan paska disahkannya Banten menjadi provinsi pada 4 Oktober 2000 dengan teriakan warga di Gedung DPR RI, Jakarta.
Triayana dalam sebuah tasyakuran di Serang pernah menyampaikan sebuah pesan yang isinya siapapun pemimpin Banten, adalah ia yang harus melawan kemiskinan dan kebodohan yang ada di Banten.
“Siapapun Gubernur Banten nanti, ia harus berhadapan dengan kemiskinan dan kebodohan,” ujar Tryana, dikutip redaksi dari detik, Senin 12 Januari 2026.
Sementara itu, Benyamin Davnie melanjutkan karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Tangsel bersama Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany yang menang pada Pilkada Kota Tangsel 2010 dan 2015.
Terus memenangkan Pilkada Kota Tangsel pada 2020 dan 2024 sebagai Calon Wali Kota Tangsel berpasangan dengan Pilar Saga Ichsan.
Total pengabdian Benyamin Davnie jika sampai nanti 2030 terhitung 20 tahun, jadi pengabdian politik memimpin daerah terlama di Kota Tangsel. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan