Beritabanten.com – Jamaah haji bernama Rusianie (66), Embarkasi Banjarmasin (BDJ) 07 menangis tidak tahu jalan pulang namun bisa tertolong oleh petugas.
“Waktu pertama datang ke sini, saya terpisah dari rombongan. Saya cemas dan sampai menangis karena tidak tau jalan pulang. Tiba-tiba datang bapak-bapak berseragam membantu saya,” ceritanya, dikutip dari kemenag.go.id, Senin (27/5/2024).
Kehadiran petugas bagi Anie seperti dewa penyelamat yang diutus Allah untuk menolong jemaah haji. Ia sangat salut dan bangga dengan kehadiran petugas haji di Masjid Nabawi.
“Saya kalau melihat petugas seperti mba ini, selalu terharu. Petugas haji ini seperti dewa penyelamat. Tugasnya mulia sekali. Saya doakan semua petugas sehat-sehat dan dilindungi Allah,” kata dia.
Diakui Anie sapaan akrabnya, pelayanan petugas sudah dirasakannya sejak ia berangkat dari tanah air dengan petugas melayani jemaah dengan sangat baik dan penuh keikhlasan.
“Petugasnya baik-baik, ramah dan peduli kepada jemaah. Apalagi kepada jemaah lansia, dikelonin dan dilayani seperti merawat orang tua sendiri,” tuturnya.
Bagi Anie berangkat ke tanah suci bukan hal yang mudah. Ia harus menabung beberapa tahun untuk bisa mendaftar. Sebagai petani biaya haji baginya tidak murah. Harus menjual keringat.
“Berangkat haji itu impian semua orang. Apapun akan dilakukan untuk mewujudkan. Namun semua itu terbayar dengan pelayan yang diberikan petugas untuk jemaah haji. Saya bangga sama petugas haji,” ungkapnya penuh semangat.
Meski berangkat bersama suami, Rusianie berkata saat ibadah di Masjid Nabawi tempat salat laki-laki dan perempuan itu terpisah, sehingga saat keluar masjid sulit bertemu karena dipadati ribuan jemaah dari seluruh dunia. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan