Beritabanten.com – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan mengungkapkan apresiasi mendalam pada kegiatan Forum Persatuan Guru Ngaji (FPGN) di Kota Tangsel.

Dia merasakan kegiatan FPGN memiliki potensi untuk meningkatkan karakter religius sehingga menciptakan masyarakat yang berakhlak.

Karakter religius di mata Pilar, memegang peranan penting dalam menguatkan mentalitas warga Tangsel yang pada gilirannya akan bisa menjadi agen kolaborasi dalam pembangunan.

Kesadaran beragama, tambah dia, mempunya peranan penting alam menopang semua pembangunan yang ada di Kota Tangsel. Itu sangat membantu terutama dalam hal penguatan karakter dan mentalitas inovasi dan kreativitas.

“Untuk memajukan kota, perlu disertai dengan landasan agama yang sesuai ajaran-Nya,” ujarnya, ketika hadiri acara FPGN, Aula Pondok Aren, pada Kamis (12/12/2024).

Oleh karena itu, Pilar memandang peran aktif guru ngaji di Kota Tangsel dalam menjalankan dakwah dan pendidikan bagi masyarakat.

Pilar juga mendukung peran aktif guru ngaji dalam memajukan dan mencerdaskan masyarakat muslim karena keberadaannya dapat membentuk moral masyarakat.

Hadirnya FPGN juga dikatakannya bisa menjadi sarana dalam memperkuat hubungan antar guru ngaji di berbagai wilayah Kota Tangsel.

“Saya yakin guru ngaji punya pengalamannya masing-masing, tetapi tidak ada salahnya jika kita selalu merefresh ulang pengetahuan dan saling sharing ilmu di forum ini,” lanjutnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan di  pengajian bersama yang digagas oleh FPGN, Aula Pondok Aren, pada Kamis (12/12/2024). – Pemkot Tangsel.

Kesejahteraan Guru Ngaji

Atas dasar tersebut, Pemkot Tangsel mendorong kesejahteraan kepada 3.500 guru ngaji yang berada di Kota Tangsel dengan memberi bantuan berupa intensif.

“Kita targetkan ke depannya jumlah guru ngaji mencapai 5.000 orang,” kata Pilar.

Lebih lanjut, ia berkomitmen untuk menggencarkan program-program yang mendukung guru ngaji meningkatkan kemampuan pendidikan keagamaan di masyarakat.

Pilar menilai, kerja sama antara pemerintah dan guru ngaji sangatlah dibutuhkan dalam memperkuat karakter. Diakuinya Pemkot Tangsel mempunyai anggaran yang dialokasikan untuk penguatan karakter dan butuh peran aktif  guru ngaji.

“Pemkot memiliki anggaran dan program, tetapi pelaksanaan di lapangannya adalah para guru ngaji, sehingga sinergi antara FPGN dan pemerintah harus terus dioptimalkan,” tambahnya.

FPGN diharapkan mampu memperkokoh kualitas pendidikan agama dan karakter yang menjunjung nilai agama masyarakat.

“Hal tersebut menjadi langkah besar untuk membangun Kota Tangsel yang cerdas, modern, dan religius,” tutup Pilar. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com