Beritabanten.com — Tsunami akibat gempa besar bermagnitudo 8,7 yang mengguncang wilayah pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi, telah mencapai beberapa daerah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gelombang tsunami memang terjadi, meskipun dengan ketinggian yang tergolong rendah.

Dalam laporan terkini pada Rabu sore, BMKG mencatat gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah 0,5 meter di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Di antaranya Jayapura DOK I, Depapre Jayapura, dan Sarmi, yang mencatat tinggi gelombang sekitar 0,2 meter. Sorong dan Sausapor juga melaporkan kejadian serupa.

Tsunami kecil juga tercatat di Pelabuhan Daeo Majiko, Morotai, Maluku Utara, dengan ketinggian sekitar 0,08 meter. Sementara itu, alat pendeteksi di Gorontalo tidak menemukan adanya perubahan signifikan di permukaan laut seperti yang sempat dikhawatirkan.

Data pertama terdeteksi pukul 14.14 WIB di Jayapura DOK II, dan gelombang terakhir tercatat pukul 15.17 WIB di Morotai. Meski tsunami telah terpantau, BMKG tetap mempertahankan status Waspada.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa potensi peningkatan tinggi gelombang masih mungkin terjadi karena adanya fase akhir tsunami yang disebut osilasi non-linear. “Status Waspada masih diberlakukan karena kami sedang mengevaluasi kemungkinan penguatan gelombang di fase akhir ini,” katanya.

BMKG juga mencatat 43 gempa susulan hingga pukul 16.30 WIB, dengan kekuatan antara magnitudo 4,7 hingga 6,9. Untuk itu, masyarakat yang berada di wilayah pesisir yang telah diberi peringatan diminta tetap menjauh dari pantai hingga ada pengumuman resmi berikutnya.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing oleh kabar yang belum terverifikasi, dan terus mengikuti informasi terbaru dari BMKG maupun lembaga resmi lainnya. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com