Beritabanten.com – Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa fokus utama operasi di tahun 2025 adalah memburu mantan anggota Polri, Aske Mabel. Polisi berpangkat Bripda ini sebelumnya bertugas di Polres Yalimo sebelum terlibat dalam sejumlah aksi kriminal.

Faizal menjelaskan, Aske Mabel telah membawa kabur empat pucuk senjata api jenis AK dan melakukan beberapa tindak kekerasan, termasuk membunuh warga sipil tak bersalah.

“Fokus utama operasi kali ini adalah memburu mantan anggota Polri, Aske Mabel, yang telah membawa kabur senjata api jenis AK dan melakukan sejumlah aksi kriminal,” ujar Faizal pada acara refleksi akhir tahun 2024 Polda Papua, Selasa (31/12).

Terkait penanganan kasus ini, Faizal menegaskan bahwa personel yang bertugas di Yalimo telah diperintahkan untuk melakukan pemetaan dan pengejaran terhadap Aske Mabel secara intensif. “Perintahnya adalah kejar, tangkap hidup atau mati, apalagi rekan-rekan punya kemampuan lebih dibandingkan dengan DPO Aske Mabel ini,” tegasnya.

Faizal juga menyoroti tindakan kriminal Aske yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Aksi-aksinya yang melibatkan kekerasan bersenjata dan pembunuhan warga sipil dianggap tak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Apa yang dilakukan Aske selama ini sangat meresahkan, dan harus segera ditindak,” katanya.

Selain itu, Wakapolda Papua ini juga mengingatkan akan tantangan besar yang dihadapi pihak kepolisian di wilayah Nduga, yang masih menjadi episentrum kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Faizal mengimbau agar para komandan lapangan mempersiapkan anggotanya dengan maksimal.

“Koordinasi yang solid antara satgas tindak, tim gakkum, dan intelijen sangat penting. Hampir setiap hari terjadi peristiwa di Papua, sehingga dinamika operasi sangat tinggi,” tambah Faizal.

Ia juga menekankan bahwa informasi dari Satgas Intelijen akan menjadi pedoman bagi Satgas Tindak dalam mengambil tindakan. Koordinasi yang erat ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi dan mempercepat pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata yang semakin meresahkan masyarakat.

“Satgas tindak akan bekerjasama dengan Satgas Gakkum dan menyerap informasi dari Satgas Intelijen,” jelasnya.

Dalam pengarahan tersebut, Wakapolda juga menegaskan bahwa para komandan lapangan perlu menyiapkan anggotanya masing-masing secara optimal.

Menurut Faizal, penempatan personel Brimob dalam operasi Damai Cartenz 2025 akan dilakukan di berbagai wilayah seperti Jayapura, Timika, Yalimo, Lanny Jaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Nduga, Intan Jaya, Puncak, Paniai, dan Puncak Jaya.

“Semoga seluruh anggota yang terlibat dalam operasi ini dapat melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan kesigapan,” pungkasnya. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com