Beritabanten.com — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mulai memetakan jalur distribusi produk unggulan daerah ke pasar Uni Emirat Arab (UEA).
Melalui pertemuan strategis daring bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai pada Jumat (8/5/2026), produk UMKM kabupaten ditargetkan dapat masuk ke jaringan ritel West Zone yang memiliki lebih dari 150 cabang di UEA.
Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, mengatakan pemerintah kabupaten perlu mengubah orientasi pasar dari sekadar domestik menuju pasar global.
Menurut dia, berbagai produk unggulan daerah seperti pangan olahan, kopi, rempah-rempah, dan herbal memiliki peluang besar bersaing di pasar internasional apabila memenuhi standar ekspor.
“Dubai merupakan hub perdagangan dunia yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa. Jika produk daerah mampu masuk ke Dubai, peluang menuju pasar internasional lainnya akan semakin terbuka,” ujar Bursah.
Ia menilai tantangan utama yang dihadapi daerah saat ini terletak pada kualitas produk, kemasan, serta kesinambungan pasokan.
Karena itu, Apkasi berupaya menjadi penghubung antara pemerintah kabupaten dengan KJRI Dubai dan mitra bisnis di Timur Tengah agar produk daerah memenuhi standar perdagangan global.
Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Dubai, Denny Lesmana, menawarkan pembentukan “Indonesia Corner” di Dubai sebagai etalase permanen produk unggulan daerah. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang promosi berkelanjutan bagi produk UMKM Indonesia di pasar internasional.
“Anggota Apkasi nantinya bisa menggelar pameran secara bergantian selama setahun penuh. Dubai sangat strategis karena menjadi pusat berbagai event internasional yang dihadiri pebisnis dari berbagai negara,” kata Denny.
Sebagai langkah lanjutan, Apkasi juga mendorong pemerintah kabupaten memperkuat kesiapan ekspor melalui Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang.
Dalam agenda tersebut, Apkasi akan menggelar Forum Kerja Sama Perdagangan Komoditas Pangan Antar Daerah untuk mempertemukan daerah surplus produksi dengan calon pembeli potensial, termasuk investor dari Dubai melalui jaringan KJRI.
Apkasi berharap kerja sama tersebut mampu memperkuat pemetaan produk unggulan daerah sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan