Beritabanten.com – Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Banten, Sitti Ma’ani Nina, mengungkapkan bahwa saat ini Banten telah terbebas dari desa-desa yang tergolong tertinggal.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi desa di Banten yang masuk dalam kategori desa sangat tertinggal. Sebelumnya, pada tahun 2023, dari total 1.238 desa di Banten, masih terdapat dua desa yang berada dalam kategori tersebut.
“Untuk desa sangat tertinggal, saat ini kami (Banten) sudah tidak memiliki. Terima kasih kepada semua teman-teman desa. Namun, masalah desa tertinggal masih menjadi pekerjaan rumah (PR) kami,” ungkap Plt Kepala DPMD Banten dalam acara peningkatan kapasitas tenaga pendamping profesional dan kepala desa terkait pengelolaan dana desa di Hotel Aston Serang, Selasa, 8 Oktober 2024.
Ia berharap desa-desa yang tertinggal dapat berkembang menjadi desa yang maju dan mandiri. Pihaknya pun berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan desa-desa tersebut.
Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui bantuan dana provinsi (Banprov) yang bersumber dari APBD Banten. Menurut Nina, besaran bantuan tersebut terus meningkat setiap tahunnya.
“Pemprov Banten menganggarkan Banprov setiap tahun untuk 1.238 desa di Banten. Bantuan ini terus meningkat, mulai dari Rp15 juta per desa pada tahun 2022, meningkat menjadi Rp60 juta pada tahun 2023, dan Rp100 juta per desa pada tahun 2024,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Banprov ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di desa, khususnya dalam penanganan stunting dan pembangunan infrastruktur. [Rzm]
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan