Beritabanten.com – Majelis Ulama Indonesia ((MUI) Kota Tangerang Selatan mendoromg dakwah digital marak di kalangan gen Z. Alasannya dkawah mendatang berada di udara dengan ragam cara menyampaikan warta keagamaan.

Kali ini pelatihan direalisasikan dengan ‘Workshop Pelatihan Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Media Dakwah dan Pendidikan” di Vila Bumi Berkah, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat–Sabtu, (19–20/12/2025).

Pada sesi hari kedua, Sabtu 19 Desember 2025, para peserta melakukan praktik pengambilan gambar di benerapa spot menarik; berjalan di samping kolam renang, duduk santai di bawah rimbuan pohon dan duduk di kursi dengan latar pemandangan menarik embun pagi.

Kata praktisi media Ustad Azharul Fuad Mahfudh atau Ustad Fuay, inti dalam membuat konten digital tersebut adalah menarik sekaligus inspiratif.

Dirinya yang jabat Ketua Infokom MUI Kota Tangsel mengajak peserta untuk menyelami materi aktual dalam masyarakat terus dinarasikan dengan menarik.

“Jangan sampai bilang waktu ya,  agar matarinya bisa bebas tidak terbatas pada kurun waktu tertentu. Agar menjadi viral tapi tidak terbatas waktu,” kata dia memandu peserta yang praktik.

Alumnus UIN Jakarta tersebut tambahkan, kemenarikan konten juga disebabkan oleh pembawaan yang santai dan tidak menjemukan. Apalagi membuat pemirsa terpancing emosi sehingga tidak suka, bahkan mengajak orang untuk tidak suka.

“Ada lho yang akhirnya jadi bulan-bulanan netizen karena pembawaan yang menyulut emosi seseorang. Tapi yang parah” orang tersebut menjadi jurkam (juru kampanye, red) untuk ramai-ramai merujak konten kita,” imbuh dia.

Dalam kejadian pemotongan pragmen yang negatif, dikatakan, mungkin bermula dari ketersinggungan sehingga jadi konten yang menyerang balik yang bersangkutan. Praktik culas kloning konten akhirnya jadi cara menebar rasa kebencian yang tadi besifat personal menjadi kemunal.

“Banyak tuh potongan video yang lepas dari konteks yang disampaikan nara sumber. Awalnya tersinggung terus ada peluang numpang tenar. Padahal modal motong vidoa doang dia,” jelas dia prihatin.

Terus, konten baik juga harus memberikan edukasi atau inspirasi bagi pemirsa di tengah jutaan konten yang beredar. Kata dia, putaran bisa secepat kilat, bisa mendadak viral bahkan jadi pesakitan dengan cacian dan lainnya.

Inspirasi dari sebuah konten, disampaikan, bersifat sederhana dalam kehidupan sehari-hari tapi yang sering dilupakan orang. Setiap konten yang mampu mengocok rasa penasaran netizen pasti viral.

“Pokoknya biasakan membuat konten menarik sekaligus inspiratif. Untuk mencapainya butuh kesabaran dan rajin evaluasi diri sampai akhirnya menemukan ciri khas dakwah. Lama-lama konten kreator dikejar-kejar para penggemar,” demikian Ustad Fuay. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com