Beritabanten.com– Penulis AS Laksana melalui akun Facebook pribadinya pada 17 Juli 2026 menyampaikan pandangannya mengenai karakter pemimpin yang dinilainya berpotensi membawa sebuah negara pada kondisi sulit apabila memiliki sikap dogmatis.

Dalam unggahannya, AS Laksana menulis bahwa sebuah negara dapat mengalami penderitaan berkepanjangan apabila dipimpin oleh sosok yang merasa paling mengetahui kondisi negaranya, paling memahami kebutuhan rakyat, serta meyakini bahwa seluruh kebijakannya tidak mungkin keliru.

Menurut AS Laksana, orang yang bersikap dogmatis cenderung menganggap pandangannya paling benar sehingga menolak bukti empiris, enggan menerima gagasan yang berbeda, tidak terbuka terhadap kritik, dan lebih memilih memaksakan kehendaknya kepada orang lain.

Ia menilai sikap seperti itu tidak hanya menghambat penyelesaian persoalan secara objektif, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan ilmu pengetahuan karena minimnya keterbukaan terhadap pemikiran baru dan koreksi dari pihak lain.

AS Laksana juga mengemukakan pandangannya mengenai faktor yang menurutnya melatarbelakangi munculnya sikap dogmatis. Menurutnya, dogmatisme berkaitan dengan kurangnya pengetahuan, keterbatasan informasi, serta rendahnya kemampuan seseorang untuk melakukan refleksi diri.

Dalam bagian akhir unggahannya, AS Laksana menyebut pemimpin yang dogmatis cenderung menuntut kepatuhan penuh dari bawahannya, menolak pertanyaan maupun kritik, serta lebih menyukai orang-orang yang selalu membenarkan setiap keputusannya dibandingkan mereka yang memberikan masukan secara kritis.

Ia menutup tulisannya dengan mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan bersedia menerima berbagai pandangan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dalam sistem demokrasi.

Unggahan tersebut merupakan pandangan pribadi AS Laksana yang disampaikan melalui akun Facebook miliknya dan menjadi bagian dari diskusi publik mengenai karakter kepemimpinan serta pentingnya keterbukaan dalam pengambilan kebijakan. (Red)

 

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com