Beritabanten.com.– Di balik hiruk-pikuk aktivitas industri di kawasan Cilegon dan Kabupaten Serang, ada satu jalur yang menjadi nadi pergerakan ekonomi Banten, yakni ruas Jalan Serdang-Bojonegara. Jalur sepanjang sekitar 21 kilometer tersebut kini menjadi perhatian pemerintah karena kepadatan kendaraan industri yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pemerintah Provinsi Banten tengah mendorong percepatan pelebaran Jalan Serdang-Bojonegara agar mampu menyesuaikan dengan pertumbuhan kawasan industri di sekitarnya. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya membutuhkan anggaran, melainkan juga dukungan dari para pemilik lahan, khususnya perusahaan yang berada di sepanjang jalur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengajak para pelaku industri untuk berkontribusi melalui hibah sebagian lahan yang diperlukan untuk pelebaran jalan. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya memberikan manfaat bagi pemerintah, tetapi juga akan berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas bisnis perusahaan.
Selama ini, Jalan Serdang-Bojonegara menjadi salah satu akses utama kendaraan logistik dan operasional industri. Tingginya mobilitas kendaraan berat membuat sejumlah titik mengalami kepadatan, bahkan berpotensi menghambat distribusi barang dan aktivitas ekonomi kawasan industri.
Pelebaran jalan ini menjadi gambaran bahwa pertumbuhan industri membutuhkan dukungan infrastruktur yang seimbang. Kawasan industri yang berkembang pesat tidak cukup hanya didukung oleh investasi dan fasilitas produksi, tetapi juga membutuhkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.
Pemerintah Provinsi Banten menilai keterlibatan dunia industri dalam pembangunan infrastruktur menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan adanya dukungan hibah lahan, beban pembebasan tanah yang harus ditanggung pemerintah daerah dapat ditekan sehingga pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
Saat ini, pembangunan awal Jalan Serdang-Bojonegara telah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan lebar jalan sekitar 11 meter. Ke depan, pemerintah menyiapkan rencana pengembangan jalan hingga mencapai lebar 25 meter pada 2027, termasuk rencana pembangunan duplikasi jembatan yang berada di atas jalur tol.
Selain memperluas kapasitas jalan, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pelabuhan, serta pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten bagian barat. Infrastruktur yang lebih baik diyakini akan memberikan dampak positif terhadap investasi dan daya saing industri daerah.
DPUPR Provinsi Banten menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) serta dokumen pengadaan tanah dapat diselesaikan pada akhir 2026. Setelah tahapan tersebut rampung, proses pembebasan lahan dan pembangunan fisik ditargetkan dapat berjalan pada 2027.
Untuk tahap awal, pemerintah memprioritaskan pelebaran ruas jalan sepanjang 10 kilometer. Langkah ini menjadi bagian dari strategi bertahap agar persoalan kemacetan di jalur industri tersebut dapat segera teratasi.
Jalan Serdang-Bojonegara bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi simbol kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun masa depan ekonomi Banten. Ketika akses semakin lancar, manfaatnya tidak hanya dirasakan industri, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada roda ekonomi kawasan tersebut. (Red)
Jalan Serdang-Bojonegara, Pemprov Banten, indu
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan