Beritabanten.comMohamed Salah menutup perjalanannya bersama Liverpool dengan suasana haru di Stadion Anfield. Seusai pertandingan terakhir musim ini, penyerang asal Mesir itu melakukan sujud di tengah lapangan, menjadi penanda emosional berakhirnya kebersamaannya dengan klub yang telah ia bela selama hampir satu dekade.

Ribuan pendukung Liverpool bertahan di tribun untuk memberikan penghormatan kepada Salah. Chant yang selama ini menggema di Anfield kembali terdengar, mengiringi langkah sang pemain yang beberapa kali tampak menahan emosi saat menyapa suporter.

Momen sujud Salah menjadi sorotan dalam perpisahan tersebut. Gestur yang kerap ia lakukan selepas pertandingan penting itu terasa berbeda kali ini—lebih sunyi, lebih panjang, dan sarat makna. Sejumlah rekan setim menghampirinya sebelum mereka berjalan bersama mengelilingi lapangan.

Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, Salah menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool. Ia membantu klub meraih berbagai gelar, termasuk Liga Champions, Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Dunia Antarklub.

Selama berseragam Liverpool, Salah dikenal bukan hanya karena produktivitas golnya, tetapi juga konsistensi dan kedekatannya dengan publik Anfield. Ia menjadi simbol kebangkitan Liverpool di era Jürgen Klopp.

Belum ada pernyataan resmi mengenai klub tujuan Salah berikutnya. Namun, perpisahan di Anfield menandai berakhirnya satu era penting bagi Liverpool dan para pendukungnya.

Bagi publik Anfield, malam itu bukan sekadar laga penutup musim. Itu adalah salam perpisahan untuk seorang pemain yang telah menjadi bagian dari identitas klub selama bertahun-tahun.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com