Beritabanten.com – Kenyataan pahit bagi Real Madrid di 2026 yang menutup musim tanpa gelar berbanding terbalik dengan pesona lini depan mereka Kylian Mbappe.
Penyerang asal Prancis itu kembali menutup musim La Liga dengan gelar pencetak gol terbanyak atau Trofi Pichichi. Gol yang ia cetak saat Madrid mengalahkan Athletic Bilbao 4-2 pada laga terakhir musim menjadi penegas dominasi individunya di kompetisi domestik Spanyol.
Mbappe mengakhiri musim dengan koleksi 25 gol liga. Jumlah itu membuatnya unggul atas penyerang RCD Mallorca, Vedat Muriqi, yang mencetak 23 gol. Sementara striker CA Osasuna, Ante Budimir, berada di posisi berikutnya dengan 17 gol.
Namun capaian Mbappe bukan sekadar soal jumlah gol. Gelar Pichichi musim ini membuatnya masuk ke kelompok kecil pemain elite yang mampu mempertahankan status top skor La Liga dalam dua musim beruntun.
Dalam hampir empat dekade terakhir, pencapaian itu hanya mampu dilakukan segelintir nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Bagi Madrid, performa individu Mbappe sebenarnya menjadi salah satu sedikit kabar baik di musim yang berjalan tidak stabil. Los Blancos kesulitan menemukan konsistensi permainan sepanjang musim dan gagal meraih trofi utama.
Meski lini depan mereka dihuni pemain-pemain mahal dan bertalenta, Madrid kerap terlihat tidak seimbang. Kombinasi antara Mbappe dan Vinicius Junior belum sepenuhnya menghadirkan harmoni yang diharapkan publik Santiago Bernabeu.
Di sisi lain, Mbappe justru terus menunjukkan ketajamannya. Selain menjadi top skor, ia juga tercatat sebagai pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di La Liga musim ini. Statistik itu memperlihatkan betapa besar pengaruhnya dalam permainan menyerang Madrid.
Namun di Santiago Bernabeu, angka-angka individu hampir selalu diukur dengan trofi tim. Dan musim ini, Madrid gagal memenuhi standar mereka sendiri.
Situasi itu membuat perhatian mulai bergeser ke musim depan. Nama Jose Mourinho disebut-sebut akan kembali memimpin Madrid dalam era baru pembangunan tim.
Jika benar kembali ke Bernabeu, Mourinho akan menghadapi pekerjaan besar: menyatukan ego para bintang sekaligus membangun keseimbangan permainan yang belum benar-benar ditemukan Madrid musim ini.
Bagi Mbappe, dua trofi Pichichi beruntun memang mempertegas statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini. Tetapi di klub seperti Real Madrid, kejayaan pribadi sering kali belum dianggap cukup sebelum berujung pada gelar juara bersama tim.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan