Beritabanten.com  — Pemerintah mulai tancap gas mengubah wajah pengelolaan zakat nasional. Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R Muhammad Syafi’i, melontarkan pesan keras: zakat tak boleh lagi berhenti sebagai bantuan sesaat. Harus naik kelas dengan menjadi mesin pemberdayaan umat.

Seruan itu disampaikan dalam forum BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/4). Hadir pula Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, serta jajaran pimpinan lainnya.

Menurut Wamenag, paradigma lama harus ditinggalkan. Zakat tak cukup hanya dibagikan, tapi harus mampu mengangkat derajat penerima.

“Zakat itu bukan sekadar memberi. Tujuannya jelas: mengubah mustahik menjadi muzaki yang mandiri,” tegas Muhammad Syafi’i.

Ia menegaskan, lembaga zakat kini harus tampil sebagai mitra strategis negara. Bukan hanya bergerak di ranah sosial, tapi ikut menyelesaikan persoalan besar bangsa: kemiskinan.

Untuk itu, diperlukan langkah konkret. Mulai dari integrasi data, konsolidasi kelembagaan, hingga kolaborasi lintas sektor agar program tepat sasaran dan berdampak nyata.

BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026) – Net.

Angka Fantastis, Potensi Raksasa

Wamenag juga membeberkan hitungan yang bikin mata melek. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, dana Rp32 triliun saja bisa memangkas kemiskinan hingga 2,21 persen atau setara 577 ribu jiwa.

Bahkan, jika digelontorkan Rp40,51 triliun, angka itu bisa melonjak hingga 1,35 juta jiwa keluar dari garis kemiskinan.

Yang lebih mencengangkan, potensi zakat nasional disebut mencapai Rp327 triliun.

“Kalau ini bisa dihimpun optimal, tanpa APBN pun persoalan kemiskinan bisa selesai,” tandasnya.

Pernyataan ini jadi tamparan sekaligus peluang besar. Artinya, zakat bisa menjadi kekuatan ekonomi umat yang selama ini belum tergarap maksimal.

Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R Muhammad Syafi’i dalam BAZNAS Collaborative Leadership 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (22/4/2026) – Net.

BAZNAS Optimistis, Target Rp160 Triliun

Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, memastikan pihaknya tak tinggal diam. Program pemberdayaan yang sudah berjalan akan terus diperkuat lewat kolaborasi lintas sektor.

BAZNAS bahkan sudah menggandeng berbagai pihak, mulai dari Tim Koperasi Merah Putih hingga kementerian teknis seperti Kementerian Desa dan Kementerian Pertanian.

Langkah ini diyakini bisa memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memastikan distribusi lebih efektif.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menegaskan optimismenya.

Target besar dipasang: Rp160 triliun pada 2031, atau setengah dari total potensi zakat nasional.

“Kuncinya harmoni dengan Kementerian Agama. BAZNAS harus leluasa bergerak dengan dukungan regulasi yang kuat,” ujarnya. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com