Penulis Deni Nuryadin, Pimpinan BAZNAS Tangsel

Beritabanten.com – Seringkali amal sholeh hanya terfokus pada ritual ibadah kepada Sang Pencipta. Padahal amal sholeh baik yang terkecil sekalipun dan bersifat spontanitas ini bisa jadi amal sholeh terbaik bagi seseorang yang diterima oleh Allah SWT.

Karena perbuatan amal sholeh ini seringkali terjadi tanpa dipikirkan berlama-lama (spontan) dan spontanitas ini terjadi banyak dipengaruhi oleh kebiasaan berbuat baik dan memiliki kebersihan hati.

Seringkali kebaikan hati dalam memberi dan membantu orang lain karena Allah serta adanya rasa ikhlas, tulus, penuh kasih sayang, serta empati di dalam dirinya.

Faktor percaya atau keimanan juga merupakan faktor yang mendorong seseorang sering berbuat amal sholeh, karena dirinya percaya bahwa apa yang diperbuatnya akan memantulkan efek balik kembali kepada dirinya.

Membayar Zakat Memberikan Ketentraman

Senang berbuat amal sholeh seperti membayar zakat disertai adanya doa yang dipanjatkan oleh petugas amil ternyata akan memberikan rasa tentram, bahagia dan ketenangan jiwa bagi si pembayar zakat (muzaki).

Hal ini sesuai dengan ayat di dalam Al Qur’an, yaitu :

(QS. At-Taubah: 103):

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Terjemahan: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta ilmu pengetahuan menjawab kebenaran ayat di atas, memvalidasi dan menjawab dimana para ahli psikologi menyampaikan bahwa membayar zakat merupakan perbuatan altruistik yang dapat merangsang otak untuk melepaskan hormon endorfin dan serotonin, yang menciptakan perasaan nyaman, damai, dan “high” atau kebahagiaan sejati.

*Mengapa Seseorang Menjadi Pelit?*

Menurut para ahli psikologi bahwa orang pelit atau kikir (bakhil) seringkali memiliki tingkat kekhawatiran dan kecemasan yang tinggi.

Sifat pelit tidak semata-mata tentang menahan uang, melainkan sering menjadi manifestasi dari ketakutan mendalam akan kekurangan.

*Karena adanya Scarcity Mindset.*

menurut psikolog memandang pelit sebagai hasil dari “mindset kekurangan”. Orang tersebut hidup dalam keyakinan bahwa sumber daya (uang, harta, atau emosi) mereka tidak pernah cukup, sehingga muncul kecemasan untuk terus menimbun agar merasa aman.

*Karena adanya Kecemasan Eksistensial (Existential Anxiety).*

Orang berprilaku pelit sering kali takut tidak mampu memenuhi kebutuhan masa depan, takut miskin, atau takut tidak memiliki kendali atas hidup mereka. Uang di sini disimbolkan sebagai stabilitas emosional. Hal ini berlawanan dengan konsep menurut Islam dimana manusia setelah berupaya semestinya bertawakal kepada Allah.

Ada rasa takut berlebihan kehilangan harta yang dimiliki juga jadi pemicu orang berperilaku menahan diri untuk berbagi atau mengeluarkan uang, bahkan untuk kebutuhan yang wajar bagi dirinya.

Ahli psikolog menyampaikan juga bahwa sifat pelit yang melekat pada manusia dapat meningkatkan stres kronis, karena mereka cenderung cemas atau merasa bersalah setelah menghabiskan uang.

Why Are Some People So Stingy? Because stinginess is not just about refusing to part with money or belongings. At its core, it is the manifestation of fear and anxiety about scarcity.

*Menjaga Konsistensi Beramal Sholeh Untuk Sebelas Bulan Berikutnya.*

Selama Ramadhan kemarin kita telah dimantik api semangat untuk beramal sholeh dengan memperbanyak sedekah dan membayar zakat serta mengubur sifat dan prilaku negatif seperti berprilaku pelit, kikir atau bekhil.

Harapan tidak hanya menang pada satu bulan Ramadhan saja dalam mengendalikan hawa nafsu melainkan juga menang pada sebelas bulan berikutnya, jadi kenapa harus ragu maka raihlah ketentraman dan ketenangan jiwa serta kebahagiaan dengan memperbanyak amal sholeh, bersedekah, berinfak dan berzakat, itu salah satu jalannya.

Semoga kita menjadi manusia yang senantiasa bahagia karena telah membantu orang lain ikut serta bahagia, Amin YRA. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com