Beritabanten.com – Pulau Sumatera saat ini diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menelan ratusan nyawa serta meninggalkan luka mendalam bagi ribuan keluarga. Dalam beberapa hari terakhir, kekuatan alam ini menunjukkan dampak yang sangat dahsyat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Aceh menjadi daerah dengan korban terbanyak. Hingga kini, 116 orang telah ditemukan meninggal dunia, sementara 42 lainnya masih dinyatakan hilang. Setiap proses pencarian membawa harapan sekaligus kekhawatiran akan kabar terburuk bagi keluarga korban.

Di Sumatera Barat, data sementara mencatat 23 orang tewas, 12 hilang, dan sedikitnya 4 mengalami luka-luka. Wilayah seperti Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, hingga Kota Padang menjadi daerah yang paling terdampak. Sekitar 4.000 keluarga kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

Di Sumatera Utara, bencana terjadi secara bersamaan di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Sebanyak 35 warga dilaporkan meninggal dunia, dan 25 lainnya masih dalam pencarian. Proses evakuasi semakin berat karena medan sulit, akses putus, dan cuaca yang tidak bersahabat.

BNPB menegaskan bahwa angka korban yang ada saat ini masih bersifat sementara dan kemungkinan bisa bertambah. Para relawan dan petugas terus bekerja keras menembus puing dan lumpur, melakukan pencarian, penyelamatan, serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Bencana ini menjadi pengingat akan kerentanan manusia di hadapan alam. Di tengah duka dan kehilangan, kerja sama dan solidaritas menjadi kunci penting untuk membantu ribuan warga pulih dari bencana.(Sra)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com