Beritabanten.com – Kota Tangerang Selatan terpilih menjadi salah satu kota yang mengikuti verifikasi Kota Sehat 2025 tingkat nasional mewakili Banten bersama Kota Cilegon dan Kota Tangerang. Ini tidak mengagetkan mengingat beragam trobosan pembangunan yang bernilai kriteria Kota Sehat 2025.

Karenanya, wajar jika Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menargetkan Tangsel meraih predikat Swasti Saba Wistara di ajang penilaian Kota Sehat 2025 tingkat Nasional.

“Targetnya kita meraih predikat tertinggi Swasti Saba Wistara,” kata Benyamin kepada awak media di Puspemkot Tangsel, Kamis 21 Agustus 2025.

Dia tembahkan, target ini cukup beralasan mengingat hadri beragam inovasi seperti ngider sehat prima, gerakan satu rumah satu Jumantik, penguatan infrastruktur kesehatan, penambahan Posyandu dan sarana kesehatan lainnya

Bahkan, sejak 2012 Tangsel konsisten meraih penghargaan Kota Sehat, mulai dari kategori Padapa (2015), Wiwerda (2017), hingga kategori tertinggi Wistara (2019).

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat melaporkan kesiapan Tangsel dalam lomba penilaian Kota Sehat tingkat Nasional bertempat di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8)

Hasil Kolaborasi Semua Pihak

Bagi Benyamin ini bukan kerja sendirian Pemkot Tangsel, tapi buah dari kolaborasi berbagai pihak yang terukur dan terencan.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja sama masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas. Hanya dengan kolaborasi, kita dapat mewujudkan kota yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Benyamin, merendah.

Lalu apa tantangan di masa mendatang di Tangsel? Jawaban Benyamin adalah menghadapi tantangan perkotaan seperti 36 titik kemacetan, 11 titik rawan banjir, dan ketimpangan distribusi pendapatan, Pemkot Tangsel terus mengembangkan program inovatif.

Benyamin menyebut harus menggunakan strategi pembangunan lintas sektor untuk menghadapi semua tantangan tersebut.

“Kami terus memperkuat integrasi lintas sektor, dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga pariwisata,” imbuh dia.

“Harapannya, Tangsel bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara sosial, ekonomi, dan budaya,” tambah Benyamin.

Gubernur Banten Andra Soni meluncurkan Mobile Clinic Berbasis Telemedicine di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (4/6/2025) – Pemkot Serang.

Dukungan Gubernur Andra Soni

Gubernur Banten, Andra Soni dalam sambutannya yang dilakukan lewat video teleconference menyampaikan, verifikasi Kabupaten atau Kota Sehat merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilalui oleh delapan kabupaten atau kota di Provinsi Banten.

Dari proses tersebut, terpilih tiga kota terbaik yang diusulkan ke tingkat nasional tahun ini.

“Saya optimis, kota-kota yang kami usulkan ini merupakan yang terbaik di Provinsi Banten, berdasarkan kegiatan dan penilaian yang telah dilalui. Adapun tiga kota tersebut adalah Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Andra Soni akan terus mendorong dan mengawal agar ketiga kota tersebut dapat meraih penghargaan Swasti Saba Wistara.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Murti Utami menjelaskan, verifikasi lanjutan 2025 secara online ini tidak  mengurangi makna dari kegiatan ini.

“Saya ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bapak Wali Kota atas partisipasi aktif dalam mengikuti penilaian kota sehat,” katanya.

Penghargaan Swasti Saba 2025 yang memang cukup berbeda dari sepuluh kali penyelenggaraan sebelumnya. “Kami pun perlu melakukan berbagai penyesuaian, yang merupakan respons terhadap dinamika situasi global serta kebijakan pembangunan masyarakat, seiring dengan transformasi Kesehatan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Ketau DPR Kota Tangsl Abdul Rosyid dalam penerimaan TIM penilaian Kota Sehat yang dilakukan Kementerian Kesehatan secara daring bertempat di Blandongan, Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8). – Istimewa.

Indikator Kot Sehat 2025

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, tahun ini penilaian Kota Sehat 2025 indikatornya dari tiga menjadi 8-9 indikator utama.

Perbedaannya, untuk tahun ini ada persyaratan untuk maju ke penilaian Kota Sehat lebih ketat. Salah satu syarat utamanya adalah 100% ODF (Open Defecation Free / Bebas Buang Air Besar Sembarangan).

“Kami menunggu sampai ODF tercapai sepenuhnya, dan setelah itu baru bisa maju dalam penilaian kota sehat,”jelasnya.

Penilaian ini sudah berjalan sejak 2024, verifikasi dilakukan oleh provinsi, dan pada 2025 ini diverifikasi oleh pusat. Hasilnya akan diinformasikan kemudian karena masih ada beberapa indikator yang harus diperbaiki.

Tim verifikator pusat memberi waktu 2×24 jam untuk melengkapi indikator yang bisa dipenuhi sampai 100%. “Target kami jelas, yaitu tetap Wistara, selama indikator terpenuhi,” katanya.

Allin menjelaskan Kota Sehat adalah proses panjang yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tantangannya melibatkan perubahan perilaku masyarakat, koordinasi pemerintah dari tingkat kota sampai kelurahan, serta pemenuhan 9 tantangan Kota Sehat, seperti kesehatan, pendidikan, pariwisata, lingkungan, sosial, dan reformasi kota,” demikian Allin menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com