Beritabanten.com – Kejadian air menggenang bahkan banjir di Kota Tangerang Selatan rutin terja jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Hal tersebut bisa menmengganggu aktivitas warga, bahkan melumpuhkan lalu lintas di jalan-jalan utama seperti kawasan Ciputat, Pondok Aren, Serpong, hingga Pamulang.

Menurut pengamat tata kota dari Institut Teknologi Indonesia (ITI), Medtry, kejadian tersebut merupakan cerminan kegagalan sistemik dalam perencanaan dan pengelolaan ruang kota.

“Perubahan fungsi lahan dari daerah resapan menjadi kawasan terbangun, tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan, jadi pemicu utama,” kata dia, dikutip dari tirto, Minggu 13 Juli 2025.

“Air hujan yang seharusnya meresap justru menjadi limpasan yang langsung mengalir ke sungai dan menyebabkan luapan,” dia tambahkan.

Dia menyoal sebab banjir yang rutin melanda Tangsel tersebut adalah pembangunan pesat yang terjadi di Tangsel dalam satu dekade terakhir tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas drainase.

Dia menilai banyak saluran air masih berukuran kecil, dangkal, atau bahkan tersumbat oleh sampah rumah tangga.

Drainase di banyak wilayah belum didesain untuk menghadapi perubahan pola curah hujan ekstrem,” jelas dia.

Beberapa fasiltas infrastruktur air seperti sungai membelah wilayah kini mengalami perubahan fungsi karena dangkal dan sempit.

Ini menjadikan air hujan terhambat yang pada gilirannya akan melahirkan genangan air bahkan membanijir beberapa wilayah, terutama yang berdekatan dengan sungai.

“Selain itu, sedimentasi dan penyempitan sungai menyebabkan daya tampung aliran air semakin berkurang. Ini bom waktu,” demikian dia menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com