Beritabanten.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan Allin Hengalin Mahdaniar mengungkapkan bahwa wabah TBC di Tangsel berjumlah 2.639 kasus pada musim penghujan mulai Januari-Juli 2025.

Karenanya, Dinkes sedang gencarkan pembentukan RW bebas TBC sebagai upaya eliminasi kasus TBC dengan melibatkan masyarakat secara langsung untuk mencapai Indonesia bebas TBC pada 2030 mendatang.

TBC ini masih jadi penyakit menular yang harus kita perangi bersama, di 2030 Indonesia harus eliminasi TBC. Di Tangsel kita melakukan kegiatan berbasis kewilayahan dengan membuat RW Bebas TBC,” ujarnya, dikutip dari RRI, Minggu 6 Juli 2025.

Targetnya, pada 2025 terdapat 10 persen RW di 54 kelurahan yang ada di Kota Tangsel dan pada 2030 100 persen RW sudah deklrasikan bebas TBC.

Wilayah di RW yang ditunjuk kelurahan sebagai RW Bebas TBC, dikatakan, bertanggungjawab untuk mengedukasi masyarakat sekitar sehingga jadi garda depan deteksi dini orang yang alami gejala TBC.

Allin menyebutkan pada Januari-Juli 2025, tercatat ada 2.639 orang yang sedang menjalani pengobatan TBC. Pihaknya berkomitmen, dapat memenuhi target pemerintah pusat mengeliminasi penderita TBC di Kota Tangsel.

“Kita mengupayakan jangan ada penderita TBC baru dan yang ada jangan putus obat, karena akan terjadi resisten obat dan itu lebih lama lagi pengobatannya. Semua penderita TBC sangat bisa disembuhkan,” demikian Allin menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com