Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menanggulangi penyebaran Tuberkulosis (TBC) melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan menggelar Puncak Peringatan Hari TBC Sedunia Tahun 2025 tingkat Kota Tangerang pada Kamis (24/4/2025) di Atrium Mal Tang City.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas TBC.
Menurutnya, TBC bukan hanya masalah medis, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Lingkungan kerja, kata Maryono, menjadi salah satu titik rawan penularan, sehingga dunia usaha harus terlibat aktif dalam solusi penanggulangan TBC.
“TBC tidak hanya persoalan medis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Lingkungan kerja menjadi salah satu titik rawan penularan. Oleh karena itu, dunia usaha harus menjadi bagian penting dari solusi,” ujar Maryono.
Pemkot Tangerang juga meluncurkan program Gampang Sehat, yang menggandeng 34 rumah sakit swasta untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan skrining TBC secara dini.
“Program Gampang Sehat, kami arahkan agar masyarakat, termasuk pekerja di perusahaan, tidak kesulitan dalam melakukan deteksi dini TBC. Ini adalah bentuk konkret pemerintah hadir bersama masyarakat dan pelaku usaha,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemkot Tangerang mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut untuk aktif mengintegrasikan program kesehatan, termasuk skrining TBC, ke dalam kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mereka.
“Kami mengajak para pimpinan perusahaan agar menjadikan isu TBC sebagai bagian dari prioritas. Langkah kecil seperti pemeriksaan rutin, edukasi, dan lingkungan kerja yang sehat bisa berdampak besar,” kata Maryono.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap pengidap TBC dan menggantinya dengan dukungan. Edukasi kepada pekerja dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.
“TBC bisa disembuhkan. Yang dibutuhkan adalah dukungan, bukan diskriminasi. Perusahaan bisa menjadi tempat yang inklusif, yang memberi ruang bagi karyawan untuk sembuh dan bangkit,” tutup Maryono.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas TBC melalui kerjasama yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan