Beritabanten.com – Kolaborasi TNI dan masyarakat sangat terasa ketika Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0510/Tigaraksa membangun infrastruktur di Kampung Namprak, Kabupaten Tangerang.

Prajurit TNI bersama warga berada dalam terik matahari tapi terus bekerja bahu-membahu melakukan pengerasan jalan desa yang selama ini menjadi kendala utama aksesibilitas masyarakat.

TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan di desa-desa terpencil.

Dengan perencanaan yang matang, setiap pekerjaan dikerjakan secara presisi untuk memastikan kualitas hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pasiter Kodim 0510/Tigaraksa, Kapten Inf Arja Suarja, menegaskan bahwa semangat dan dedikasi para prajurit di lapangan adalah cerminan dari tekad TNI untuk membantu rakyat.

“Satgas TMMD selalu mengutamakan kualitas dalam pengerjaan. Tidak hanya asal jadi, tetapi harus benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang,” ujar Kapten Arja, Senin (24/02/25).

Salah satu tahap krusial dalam pengerasan jalan desa adalah pemasangan bagesting, yang membutuhkan ketelitian tinggi agar material yang digunakan sesuai dengan standar konstruksi.

Satgas TMMD tidak hanya bertindak sebagai tenaga lapangan, tetapi juga memastikan ketersediaan dan penggunaan bahan material secara optimal.

Meskipun cuaca panas menjadi tantangan utama, keteguhan dan disiplin Satgas TMMD tetap menjadi kunci keberhasilan. Bagi mereka, setiap tetes keringat adalah bentuk pengabdian kepada rakyat.

Namun, pertanyaannya, apakah program TMMD ini cukup untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah terpencil? Kampung Namprak hanyalah satu dari banyak desa yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur.

Keberlanjutan pembangunan setelah TMMD selesai bergantung pada dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.

Apa yang dilakukan TNI melalui TMMD adalah langkah nyata dalam membangun negeri dari desa. Namun, tanpa perhatian semua pihak, hasil pembangunan ini bisa menjadi proyek jangka pendek yang kehilangan dampaknya.

Diperlukan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan desa tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga dalam jangka panjang. (Nul)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com