Beritabanten.com – Malam belum benar-benar larut ketika kepulan asap masih menggantung di langit Kecamatan Mauk. Di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, kobaran api terus merambat di antara timbunan sampah yang mengering akibat kemarau. Angin yang bertiup kencang membuat upaya pemadaman menjadi berpacu dengan waktu.
Di tengah situasi itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid atau Bupati Maesyal memilih berada di lokasi. Ia memimpin langsung penanganan darurat, memastikan seluruh perangkat daerah bergerak cepat agar api segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Menurut Maesyal, kebakaran bermula dari munculnya titik api kecil yang diduga dipicu cuaca kering dan akumulasi gas metana dari timbunan sampah. Namun embusan angin membuat api dengan cepat menjalar ke berbagai sudut TPA yang membentang di lahan sekitar 33 hektare.
“Kami menerima laporan adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya masih kecil, tetapi karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah,” ujarnya Bupati Maesyal.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta tim pemadam kebakaran langsung diterjunkan. Namun medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah titik api berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau armada pemadam karena tertutup timbunan sampah.
Untuk mengatasi hambatan itu, pemerintah mengerahkan alat berat membuka jalur menuju pusat kebakaran agar mobil pemadam dapat mendekat dan proses penyiraman berlangsung lebih efektif.
“Kami sedang membuka akses menuju titik-titik api menggunakan alat berat agar kendaraan pemadam bisa lebih dekat ke lokasi,” kata Maesyal.
Upaya penanganan tidak berhenti di darat. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Setelah meninjau lokasi, BNPB menyiapkan operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter untuk menjangkau area yang sulit diakses.
“Besok direncanakan dilakukan penyiraman dari udara menggunakan helikopter karena masih ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam maupun alat berat,” ujarnya.
Di saat yang sama, perhatian pemerintah juga tertuju pada keselamatan warga. Asap tebal yang terbawa angin menuju permukiman memaksa sejumlah keluarga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Bersama aparat kecamatan, TNI, Polri, dan pemerintah desa, warga dipindahkan ke kantor desa dan masjid agar terhindar dari paparan asap.
Layanan kesehatan pun disiagakan. Tenaga medis dari puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak, sementara ambulans dan fasilitas pendukung disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Untuk mendukung proses pemadaman, Pemkab Tangerang mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk pasokan air bersih dari Perumdam TKR sebagai suplai utama armada pemadam kebakaran.
Melihat besarnya dampak kebakaran, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menyiapkan penetapan status darurat. Langkah itu dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih luas dengan pemerintah pusat.
Di balik penanganan darurat tersebut, Maesyal melihat kebakaran Jatiwaringin sebagai peringatan bahwa sistem pengelolaan sampah harus segera berbenah. Ia kembali mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), agar persoalan sampah tidak terus berulang menjadi ancaman bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan percepatan terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kejadian ini menjadi alasan penting agar penanganan sampah dilakukan dengan teknologi yang lebih baik di masa depan,” katanya.
Kebakaran di Jatiwaringin bukan hanya soal api yang melahap timbunan sampah. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa pengelolaan lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan keselamatan warga merupakan pekerjaan yang harus berjalan beriringan. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan