Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyatakan kesiapan untuk mengambil alih pengelolaan Masjid Agung Nurul Ikhlas, yang saat ini masih dikelola oleh yayasan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa biaya operasional masjid yang besar memerlukan dukungan dari pemerintah.
Sebagai ikon umat Islam di Kota Cilegon, Masjid Agung Nurul Ikhlas dinilai harus dikelola secara profesional dan transparan. Pernyataan ini disampaikan Rahmatullah saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (28/1/2025).
“Pemerintah Kota Cilegon siap untuk mengelola Masjid Agung. Kami sudah pernah mengajukan sebelumnya, tetapi keputusan tetap bergantung pada yayasan,” kata Rahmatullah.
Ia menambahkan bahwa dengan tingginya biaya perawatan dan operasional, sudah seharusnya pengelolaan masjid ini menjadi tanggung jawab pemerintah.
Rahmatullah juga menyebutkan bahwa selama ini yayasan pengelola masjid tidak pernah mengajukan bantuan ke pemerintah, meskipun ada program khusus untuk Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
“Hibah terakhir diterima pada tahun 2019, setelah itu tidak ada pengajuan bantuan lagi, padahal ada program yang bisa dimanfaatkan DKM,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin (27/1/2025), masyarakat Cilegon terkejut dengan kondisi Masjid Agung Nurul Ikhlas yang tidak memiliki penerangan karena pemutusan aliran listrik oleh PLN.
Pemutusan tersebut terjadi karena tagihan listrik masjid yang belum dibayar.
Meski tagihan listrik akhirnya dibayar oleh Wali Kota Cilegon terpilih, Robinsar, insiden ini tetap menjadi perhatian publik di Cilegon.
Rahmatullah berharap dengan perhatian dari pemerintah, pengelolaan Masjid Agung Nurul Ikhlas ke depannya dapat lebih teratur dan terhindar dari masalah serupa. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan