Beritabanten.com – Kota Tangerang adalah wilayah dengan beragam pusat kuliner yang siap memanjakan lidah penikmat kuliner dari beragam jenis di antaranya cita rasa ‘kampungan’.

Ini terlihat dalam hidangan kuliner yang ditawarkan warung makan Bebak dan Ayam Kampung Bakar Mas Budi yang terletak di pinggir Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Cikokol, Kota Tangerang.

Warung makan yang bersebelahan dengan Vizza Hut dan seberang Hotel Novetel Tangerang City tersebut berusaha melayani pelanggan secara prasmanan dengan sepuasnya ambil nasi, lalap dan sambal.

Orang yang terbiasa makan sayuran akan merasa dimanjakan dengan layanan tersebut. Segala lalapan yang biasa dilahap oleh orang kampung di tataran tanah Jawa tersedia dengan lengkap plus tiga jenis sambil; mentah, goreng dan setengah matang seperti sambal di warung nasi kucing.

Pelanggan yang tinggal di Jagakarsa Jakarta Selatan bernama Geusan berkenan berbagai cerita pada redaksi tentang pengalaman menikmati hidangan warung tersebut. Dia mengaku tadinya sekedar mengisi perut selepas taziyah di daerah Cipondoh.

“Saya habis taziyah sekaligus solatin orang tua rekan kerja, terasa lapar mampir saja ke sini. Nyoba aja karena ada tertulis rasa kampung,” ucapnya mulai berbicara pada redaksi, Rabu (29/1/2025).

Dia mempunyai istri orang Bogor yang terbiasa makan lalap ketika makan siang dengan ayam kampung goreng. Katanya merasa penasaran sekalian mengobati rindu belum jenguk mertua di Bogor.

“Rasanya pas, dari bebek digoreng, nasi dimasak dengan aron dulu terus sambal yang setengah matang. Tadinya mau yang mentah tapi lagi habis katanya,” ujar dia.

Geuson memilih bebek goreng dengan sambal setengah matang disempurnakan mintum teh tawar panas dan beragam lalapan mentah.

“Kan orang sunda mah siang hari tetap minumnya teh tawar anget. Kalau kepedesan ditambahin air panas aja nanti,” jelasnya.

Dia juga mengatakaj warung sama ada di depan setu deket Giant Pamulang yang pernah dikunjungi beberapa tahun lalu bersama istrinya yang pernah tinggal di bilangan Viktor Serpong Tangerang Selatan.

“Warung ini ada juga lho di Pamulang dan ternyata rasanya sama. Gorengan daging bebeknya lembut karena sebelumnya dikukus dulu,” dia jelaskan.

Geuson menyampaikan kalau istrinya juga cocok dengan sajian goreng bebeknya, karena tidak terlalu kering tapi tetap enak di lidah.

Menurut dia menu lainnya juga tetap menarik di antaranya ayam kampung goreng, ayam pejantan goreng, manuk (burung,red) londo goreng, lele goreng, telor dadar atau ceplok, cha kangkung dan cha tauge,

“Beragam sayuran juga menambah warung makan ini menambah kesan kampungan tapi tetap layak bagi anak muda sekarang,” dia tambahkan.

Untuk pelepas dahaga setelah menyantap hidangan bisa memilihi Es teh dan hangat, es jeruk, teh kampul (teh manis diberikan irisan jeruk yang mengapung sehingga dibilang kampul berarti timbul, bahasa jawa, red) lemon tea, aneka soft drink.

“Harga yang ditawarkan tetap konpepetif untuk ukuran makan sejenis dibandingkan Mbo Berek dan lainnya. Enak di lidah dan membuat pelanggan bisa leluasa menambah,” demikian Geuson menutup. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com