Beritabanten.com – Pengamat politik Rocky Gerung memberi pembekalan dan bimbingan teknis (Bimtek) anggota DPRD Fraksi PDIP dari seluruh tanah air di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat malam, 24 Januari 2025.
Rocky Gerung tampil kharismatik dengan jaket khas PDIP berwarna merah-hitam dengan tulisan “Banteng”.
Momen istimewa tersebut redaksi dapatkan dari unggahan akun TikTok @adian_napitupulu pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Unggahan Adian Napitipulu mewartakan Rocky bicara pesan penting dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno, seraya mengajak hadirin ingat jas merah dirinya dan seluruh peserta.
“Mereka yang mengerti sejarah, ingat pesan Bung Karno, jas merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Apa maksudnya? Jangan sekali-kali melupakan para pengkhianat itu, itu maksud Bung Karno,” kata Rocky, dikutip redaksi dari unggahan tersebut, Sabtu.
Menurut Rocky, Bung Karno mengingatkan kita untuk tidak melupakan pengkhianat, yang tidak hanya ada di masa perjuangan kemerdekaan, tetapi juga terus muncul dalam bentuk-bentuk baru hingga sekarang.
“Para pahlawan tidak ingin dipuja-puji, mereka berkorban tanpa ingin pujian. Namun, para pengkhianat harus terus diingat, karena mereka terus beranak-pinak, atau lebih tepatnya beranak dan bermenantu,” tambah Rocky.
Pernyataan ini mengundang perhatian banyak pihak, karena relevansinya dengan sejarah perjuangan bangsa dan kritik terhadap pengkhianatan yang mungkin terjadi dalam dunia politik saat ini.
Rocky mengaitkan pesan Bung Karno dengan sejumlah kader PDIP yang dianggap membelot atau berkhianat terhadap partai, khususnya terhadap Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Rocky kemudian menyinggung tentang tantangan besar yang dihadapi PDIP dalam situasi politik sekarang. Ia menyebut bahwa PDIP kini memasuki era vivere pericoloso atau era penuh risiko dan tantangan, mirip dengan masa-masa sulit yang dihadapi partai tersebut pada era Orde Baru.
“Ibu Mega telah melampaui era vivere pericoloso, yaitu ketika ia harus melawan tekanan politik Orba. Ia menempuh ‘the years of living dangerously’ itu dengan tabah. Ibu Mega bahkan masih harus mengalami ujian politik justru di era ia berkuasa. Dikhianati karena ia ingin membela konstitusi dan dalil-dalil negara demokrasi. Tetapi sejarah tak meninggalkannya,” ujar Rocky, mengapresiasi keteguhan Megawati.
Lebih lanjut, Rocky menjelaskan bahwa PDIP saat ini sedang berusaha menggagas politik ideologi sebagai langkah untuk keluar dari jebakan politik transaksional, yang sering kali hanya mengutamakan posisi dan kekuasaan tanpa dasar ideologi yang kuat.
“Kini, PDIP sedang masuk pada era baru, menggagas politik ideologi untuk melepaskan bangsa ini dari jerat politik transaksional murahan, yang harganya sekadar posisi tanpa ideologi,” kata Rocky.
“Memilih pemimpin pada 2029, yang diuji bukan hanya elektabilitas, tetapi juga etikabilitas dengan kemampuan untuk memimpin dengan integritas yang tinggi,” demikian Rocky menutup. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan