Beritabanten.com – Upaya penanggulangan pencemaran bahan beracun yang melanda Kampung Kedaleman, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang menemui titik terang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang akan segera bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Hasil pengujian yang dilakukan, ada sebanyak lima parameter yang melebihi ambang batas dan mencemari air di lokasi tersebut yang bisa membahayakan apabila meresap hingga ke sumur dalam warga.

Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Serang, Heny Hindriani akan mengambil langkah cepat untuk penanganan lahan terkontaminasi. Ini perlu dilakukan agar dampak pencemaran tidak semakin meluas.

Dikatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH Provinsi Banten dan Kementerian LH untuk melakukan upaya-upaya pemulihan terhadap lahan yang terkontaminasi.

“Intensitas hujan cukup tinggi sangat mengkhawatirkan karena bisa memberikan dampak yang lebih meluas bagi masyarakat. Makanya kita harus segera bertindak,” katanya, Senin 3 Januari 2024.

Untuk itu, terdapat standar khusus yang digunakan untuk melakukan pemulihan terhadap lahan terkontaminasi dengan melakukan pengujian untuk tanah yang ada di sekitar lokasi.

“Kita tidak tahu air yang tergenang di sana itu sampai batas tembus ke dalam tanah berapa jaraknya. Makanya harus dilakukan pengujian lagi untuk tanahnya yang tercemar. Kementerian memiliki anggaran yang besar untuk kerjasama dengan laboratorium yang bisa dan melakukan sampling terhadap limbah B3 baik cair ataupun padatan,” ujarnya.

Pihaknya akan mengirimkan surat ke Kementerian LH sekaligus menjelaskan secara rinci terkait upaya yang telah dilakukan dan temuan di lapangan.

Selain itu, pihkanya terus berupaya berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar segera bisa menemukan pelaku yang diduga pemilik bahan berbahaya tersebut.

“Karena pelaku usahanya yang terbukti melakukan pencemaran, mereka memiliki kewajiban untuk melakukan pemulihan lahan yang terkontaminasi. Karena belum diketahui kita terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” demikian dia menutup (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com