Beritabanten.com – Spanduk bertuliskan ‘Megawati Ketum Ilegal’ ditemukan pada di dinding samping Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Rabu (18/12/2024). Kader banteng Kota Bogor respons serius karena bernada provokasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, menegaskan bahwa pihaknya tetap solid mendukung kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan tidak akan terpengaruh oleh provokasi semacam ini.
“Seluruh pengurus partai dan kader PDI Perjuangan Kota Bogor menolak provokasi yang berniat mengadu domba dan merusak PDI Perjuangan. PDI-P Kota Bogor tetap solid dan fatsun kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri. Merdeka!” ujar Dadang kepada kompas, kemarin.
Spanduk tersebut juga menuduh Megawati melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai dan Undang-Undang Partai Politik.
Menanggapi tuduhan tersebut, Dadang memastikan bahwa spanduk provokatif itu langsung dicopot oleh pihaknya setelah ditemukan. Ia menyebut pemasangan spanduk tersebut sebagai upaya untuk memecah belah internal partai menjelang Kongres PDI Perjuangan 2025.
“Kami DPC PDI-P Kota Bogor langsung menyikapi dengan mencabut spanduk tersebut,” kata Dadang. Ia juga menyebut pemasangan spanduk itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari, yang menurutnya menunjukkan sifat pengecut dari aksi tersebut,” ungkap dia.
“Pemasangan secara ilegal bukan resmi. Itu usaha yang dilakukan orang pengecut yang berniat mengganggu kongres partai 2025 dan mengadu domba internal,” dia tambahkan.
Dadang juga mengimbau semua kader untuk tetap waspada dan tidak terpancing oleh provokasi serupa.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi karena semua kader saya instruksikan supaya mengawasi wilayahnya. Saya sarankan jangan coba-coba lagi berani pasang itu (spanduk) di Kota Bogor,” tegasnya.
PDI Perjuangan Siaga Satu
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan telah mengeluarkan instruksi agar semua kader siaga satu untuk menghadapi upaya pihak luar yang berusaha mengacak-acak internal partai menjelang Kongres 2025.
Instruksi tersebut disampaikan setelah pengurus partai mendeteksi adanya upaya terorganisasi untuk menyerang PDI Perjuangan, dengan isu bahwa kepemimpinan Megawati dianggap ilegal.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menjelaskan bahwa isu tersebut dimunculkan melalui pemasangan spanduk di sejumlah titik di Jakarta.
“Kami melihat bahwa bertebaran spanduk ini dan kemudian adanya beberapa indikasi pengerahan buzzer-buzzer dan informasi-informasi sesat tentang PDI Perjuangan,” kata Deddy saat konferensi pers, Kamis (19/12/2024) malam.
Selain itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ronny Talapessy menambahkan bahwa Megawati telah menyerukan kepada semua kader partai untuk menerapkan sistem “siaga satu” di internal untuk mempertahankan kedaulatan partai.
“Dengan beredarnya baliho dan spanduk yang sifatnya menghasut, telah menciptakan kondisi siaga satu di internal PDI Perjuangan untuk memberikan reaksi terhadap adanya upaya ‘mengawut-awut’ PDI Perjuangan menjelang Kongres PDI Perjuangan,” ujar Ronny. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan