Beritabanten.com – Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang lebih akrab disapa Gus Miftah, hari ini mengunjungi rumah Sunhaji (38), seorang penjual es teh asal Grabag, Kabupaten Magelang.

Pertemuan tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 15 menit, namun penuh makna. Gus Miftah hadir untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Sunhaji, setelah sebelumnya viral sebuah video yang memperlihatkan dirinya mengolok-olok penjual es teh tersebut.

Sebagai informasi, kejadian tersebut bermula saat Gus Miftah menghadiri sebuah acara di Magelang, di mana ia berinteraksi dengan Sunhaji, yang saat itu tengah menjual es teh di lokasi yang sama.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Gus Miftah sempat bercanda dengan Sunhaji, namun candaan tersebut justru disalahartikan oleh sebagian orang dan menjadi viral.

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat bertanya kepada Sunhaji mengenai dagangannya, diikuti dengan ucapan yang cukup kontroversial, “Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol *” yang kemudian disambung dengan, “Dol’en ndisik ngko lak rung payu, wis, takdir.”

Video ini memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama warga Magelang, yang merasa ada ketidakwajaran dalam cara Gus Miftah berbicara kepada Sunhaji. Namun, Gus Miftah sendiri menegaskan bahwa maksudnya hanya untuk bercanda, dan ia tidak bermaksud menyinggung perasaan siapa pun.

Sekitar pukul 07.15 WIB, Gus Miftah tiba di rumah Sunhaji di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Kehadiran Gus Miftah di rumah Sunhaji disambut hangat oleh warga setempat yang datang bukan hanya dari Magelang, tetapi juga dari luar daerah.

Camat Grabag, Sri Utari, turut menyaksikan momen tersebut dan merekam pertemuan antara Gus Miftah dan Sunhaji. Dalam pertemuan itu, Gus Miftah terlihat duduk berdampingan dengan Sunhaji dan merangkulnya, seraya mengungkapkan permohonan maaf.

“Yang saat itu niatnya guyon tapi disalahpresepsikan, tapi apapun itu aku minta maaf sama Kang Sunhaji. Niatnya guyon malah jadi kedawan-dawan ya,” kata Gus Miftah dengan tulus.

Gus Miftah juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Sunhaji, yang ia sebut sebagai sosok penjual es teh yang sering hadir dalam acara pengajian. Ia bahkan berencana untuk mengadakan pengajian di sekitar Desa Banyusari sebelum tanggal 17 Desember.

Penjual es teh Sunhaji, yang ditemui di rumahnya, mengaku merasa senang atas kedatangan Gus Miftah. Dengan wajah berkaca-kaca, Sunhaji mengatakan, “Senang. Saya merasa bangga kedatangan Gus Miftah. Tapi, saya tidak berbicara banyak karena masalah ini sudah selesai.”

Sunhaji juga menegaskan bahwa ia telah memaafkan Gus Miftah, dan tidak ingin lagi memperpanjang masalah ini. “Saya sudah memaafkan,” ujar Sunhaji singkat. Selain itu, Sunhaji mengungkapkan bahwa Gus Miftah berencana untuk mengadakan pengajian di desanya, sebuah momen yang sangat dinanti oleh warga setempat.

Sementara itu, salah satu warga Gesari, Yuli HK, yang juga menyaksikan pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa pertemuan antara Gus Miftah dan Sunhaji hanya berlangsung sekitar 15 menit. “Gus Miftah tadi datang sekitar pukul 07.15 WIB. Pertemuan kurang lebih 15 menitan,” kata Yuli kepada awak media.

Kehadiran Gus Miftah dan permintaan maaf yang disampaikannya kepada Sunhaji diharapkan dapat meredakan polemik yang sempat mencuat di masyarakat. Hal ini juga menjadi contoh bagaimana sebuah kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan terbuka. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com