Beritabanten.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyelenggarakan Pesantren Fair pada Senin hingga Selasa (21-22/10/2024). Kegiatan bertujuan untuk menampilkan profil seluruh pondok pesantren yang ada di kota ini.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa Pesantren Fair berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan pondok pesantren di Cilegon.

“Sekitar 57 pondok pesantren berpartisipasi dengan mengisi stand ini. Kami berharap kemandirian pondok pesantren dapat tumbuh dan berkembang,” tuturnya saat ditemui di Alun-alun Cilegon.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran pondok pesantren dalam pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda.

Pesantren Fair juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai kegiatan, program, dan keunggulan yang ditawarkan oleh masing-masing pondok pesantren. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap pendidikan berbasis pesantren dan mendorong pertumbuhan kualitas pendidikan di Kota Cilegon.Menurut Rahmatullah, dengan kemandirian yang ada di setiap pondok pesantren.

Dalam kegiatan itu, para santri bukan hanya memperlihatkan profil setiap pesantren. Namun juga membuka lapak untuk menjajakan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bisa ditawarkan ke masyarakat Cilegon.

“Ini ada beberapa ponpes dan ada juga yang mitra dari ponpes total 60 stand 57 ponpes 3 warung amal dari Kemenag,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu santri dari Ponpes Adz-Dzikra, Dinda Imelda Riyanti mengaku senang bisa mengikuti rangkaian acara Pesantren Fair.

Namun, acara ini juga memberikan kesempatan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat Cilegon. “Ada beberapa pondok pesantren di sini, dan totalnya ada 60 stand, terdiri dari 57 pondok pesantren dan 3 warung amal dari Kemenag,” jelasnya.

Sementara itu, Dinda Imelda Riyanti, salah satu santri dari Ponpes Adz-Dzikra, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berpartisipasi dalam Pesantren Fair. Santri lainnya, Fauzan Azima, dari Pesantren Asy-Syarif, juga memamerkan berbagai produk khas pesantrennya.

“Kami memiliki beberapa minuman khas dari pesantren, seperti minuman bunga talang, rosela, dan kacang, yang kami jual dengan harga antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Fauzan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri untuk belajar berwirausaha. (Nbl)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com