Beritabanten.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini mendistribusikan pasokan air bersih sebanyak 8.000 liter per hari ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan.
Dua wilayah yang terdampak adalah RT 006 RW 002 Kampung Koceak dan RT 012 RW 05 Kampung Kranggan. “Satu titik atau RT, kami (distribusikan jumlah volume airnya) variatif, ada yang 4.000 liter, ada yang 8.000 liter,” kata Danton Satgas Penanggulangan BPBD Tangsel, Dian Wiriyawan, pada Kamis (5/9/2024).
Pendistribusian air bersih tersebut dilakukan setiap hari, dan sudah berlangsung tiga kali sejak dimulai pada hari Selasa. Jumlah air yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Yang pasti berapapun jumlah yang diinginkan masyarakat, itu yang kami distribusikan,” tambah Dian.
Selain dua wilayah ini, ada satu lagi yang terdampak kekeringan, yaitu RT 006 RW 03 Kademangan, Tangerang Selatan.
Namun, BPBD belum bisa mendistribusikan air ke Kademangan karena masih menunggu surat persetujuan distribusi. “Kami mendapatkan laporan ada dua kelurahan yang terdampak, yaitu di Kranggan dan Kademangan. Tapi kami masih menunggu surat untuk distribusi air di Kademangan,” jelas Dian. Kondisi kekeringan serupa pernah terjadi di wilayah Tangsel pada lima tahun lalu, tepatnya pada Oktober 2019, ketika warga Koceak RT 06 RW 002, Kranggan, Setu mengalami krisis air bersih.
Saat itu, warga harus antre untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Selama masa kekeringan, warga mengandalkan air sumur buatan yang berasal dari rembesan Kali Cisalak. (AZK)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan