Beritabanten.com – Menko Airlangga menyatakan pemerintah punya jurus jitu dalam mencapai defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dalam kisaran 2,45%-2,82%. Ini sebagai antisipasi pembayaran bunga utang 2025 karena tekanan dolar Amerika Serikat.
Ketua Umum DPP Golkar ini mengaku optimis atas defisit anggaran APBN Indonesia berada di bawah 3%. Dengan begitu, katanya bisa doorman bagi semua pihak bisa percaya diri atas kondisi perekonomian di masa mendatang.
“Baru jadi alarm itu kalau kita lihat defisit anggaran di negara-negara Uni Eropa (UE) yang rata-rata 5%-7%. Alarmnya bunyinya di Eropa bukan di Indonesia, Indonesia masih di bawah 3%,” jelas Menko Airlangga melalui rilis resmi, Senin (24/6/2024).
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa Bank Sentral UE meminta anggotanya untuk mempetahankan defisit anggaran di bawah 3%.
“Jerman, Prancis, Italia, itu (defisitnya) antara 5%-7%, dan Indonesia di bawah 3%, jadi tidak perlu panik. Mereka sudah dapat peringatan dari Bank Sentral UE kalau negara-negara UE harus ikut seperti negara-negara Asia,” tegas Menko Airlangga.
Niatan menjaga fundamental ekonomi tersebut, dikatakan akan ada kebijakan perekonomian Pemerintah di tahun depan masih akan tetap sejalan dengan kebijakan yang ada saat ini.
Kemudian, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2024 tercatat memperoleh surplus USD2,93 miliar dan mampu melanjutkan tren surplus selama 49 bulan berturut-turut.
Meski tereduksi dengan defisit sektor migas, surplus neraca perdagangan tersebut didukung oleh surplus sektor nonmigas sebesar USD4,26 miliar.
Peningkatan ekspor nonmigas Indonesia pada Mei 2024 dibandingkan April 2024 diikuti dengan meningkatnya nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang. Selain itu, ekspor Indonesia ke ASEAN dan UE juga mengalami kenaikan
“Selain dari segi trade kita surplus, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif tinggi di 5,11%, kemudian inflasi rendah di 2,8%, kemudian juga dari daya saing juga relatif tinggi,” paparnya.
Dia tambahkan, peringkat daya saing Indonesia naik sebanyak 7 tingkat pada 2024 ini, tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Riset IMD World Competitiveness Ranking 2024 mencatat bahwa Indonesia menduduki posisi ke-27 dari 67 negara, di mana pada 2023 lalu Indonesia berada di posisi ke-34.
“Jadi secara fundamental Indeks Keyakinan Konsumen juga baik, PMI kita juga positif di atas 50,” tegas Menko Airlangga.
Meskipun kondisi fundamental ekonomi masih stabil, namun Pemerintah masih terus menjaga faktor sentimental regional dan mendorong masuknya investasi.
“Devisa Hasil Ekspor juga kita dorong, dan juga kita minta kepada para pengusaha yang ekspornya masih punya devisa di luar negeri untuk dimasukkan ke dalam negeri,” pungkas Menko Airlangga. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan