Beritabanten.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) kesulitan menampung sampah kiriman warga. Ada penumpukan tiap hari yang diperkirakan bisa mencapai 500 ton.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terus berupaya mencari terobosan agar tidak terjadi penumpukan. Inovasi tersebut dengan menempuh berbagai upaya baik jangka panjang dan jangka pendek.
“Kini persoalan sampah tak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga semua pihak termasuk masyarakat luas,” terang Wali Kota Benyamin Davnie dalam keterangan resmi, Kamis (27/6/2024).
Bang Ben, panggilan akrab, menyatakan penyelesaian masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Semua warga, diharapkan bisa terlibat aktif dalam memberi solusi penumpukan sampah di Tangsel
“Penanganan sampah merupakan persoalan yang serius, yang harus mendapatkan perhatian kita semua,” katanya.
Sebagai tahapan legal, dia menjelaskan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 83 Tahun 2022 berisi pengurangan penggunaan wadah atau kantong yang berbahan plastik hingga memaksimalkan bank sampah di tiap lingkungan.
Langkah tersebut, diakuinya akan membentur ruang hampa jika tidak ditopang dengan penanganan jangka panjang berbasis teknologi ramah lingkungan. Sedang jangka pendek diperlukan kerja sama seluruh pihak termasuk swasta.
“Kami sedang mempersiapkan administrasi untuk kerja sama dengan perusahaan atau pihak swasta. Mudah-mudahan hal tersebut bisa lancar,” jelasnya.
Untuk melapangkan langkah itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wahyunoto Lukman paparkan tahapan yang sedang berjalan. Pemkot Tangsel, dikatakan telah berkomunikasi intensif dengan pemerintahan Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor.
Pihaknya merencanakan TPST Nambo di Bogor milik Provinsi Jawa Barat dan TPA Regional milik Provinsi Banten sebagai solusi dalam waktu dekat.
“Kami juga terus dialog dan menjalin bekerja sama, dan terbaru kami sedang membahas dengan Provinsi Banten dalam pembahasan pengelolaan sampah TPST Regional,” tuturnya.
“Kita juga sedang melakukan beberapa upaya, di antaranya dengan penerapan hydrodrive incinerator di Pondok Aren,” tambah dia.
Fasilitas pengolahan sampah tersebut, dijelaskan mempunyai teknologi ramah lingkungan yang berhasil diterapkan di salah satu TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren.
“Saya rasa kalau memang ada lahan, nanti ke depan kita maksimalkan menambah pembangunan incinerator. Kita evaluasi dulu dengan lihat hasilnya seperti apa, kalau bagus kita tambah lagi,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan