Beritabanten.com – Pada Selasa pagi kemarin, Lubana Sengkol menjadi riuh dengan tawa anak-anak, canda buruh, dan aroma ikan bakar yang menggoda.
Sementara kolam pemancingan dipenuhi oleh kail-kail melayang, sesekali terdengar sorak riang saat ikan berhasil ditarik ke permukaan.
Inilah perayaan Hari Buruh Internasional 2026 di Tangsel digelar, tapi bukan dengan orasi atau aksi di jalanan.
Pemkot Tangsel memilih cara yang lebih hangat: family gathering. Para buruh datang bersama keluarga, saling bercengkerama, dan menikmati serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menguatkan kebersamaan.
“Kita ingin buruh dan keluarganya datang, bermain bersama, bukan sekadar demo,” kata Maringan Halomoan Sihotang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tangsel.
Selain lomba mancing, pengunjung bisa mengikuti talk show ringan, melihat pameran UMKM, bahkan menengok inovasi motor listrik dari AISMOLI. Doorprize dan hadiah kecil lain membuat suasana kian meriah.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, juga hadir, menyapa para peserta dengan hangat. Hari itu, Lubana Sengkol berubah menjadi semacam pesta keluarga di tepi kolam.
Tawa, suara kail yang menyentuh air, dan aroma makanan berpadu menjadi satu — momen yang lebih terasa seperti liburan daripada upacara resmi.
“Kita geser perayaan dari 1 Mei ke Sabtu supaya semua bisa ikut lebih leluasa,” kata Endang, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Tangsel. “Tujuannya supaya hubungan antara buruh, pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah tetap harmonis.”
Bagi buruh yang tetap ingin ikut aksi di Jakarta, pemerintah memberi ruang. Tapi bagi yang datang ke Lubana Sengkol, mereka pulang dengan ikan di tangan dan senyum di wajah, bukti bahwa kebersamaan kadang lebih manis daripada orasi panjang. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan