Beritabanten.com – Penangkapan dan penetapan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau akrab dipanggil Tom Lembong menghebohkan perhatian publik.

Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (29/10/2024). Namun hal tersebut menjadi tanda tanya di kalangan publik, bukan soal besaran uangnya, melainkan soal kepastian dari penyebab penetapan Tom Lembong menjadi tersangka.

Banyak dari kalangan publik yang beranggapan dan bertanya-tanya apakah penangkapan dan penetapan Tom Lembong sebagai tersangka, benar berkaitan dengan hukum pidana korupsi atau hanya sekadar balas dendam politik. Pasalnya, Tom Lembong sebelumnya merupakan Co-Captain dari Tim Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 kemarin.

Senada dengan pertanyaan yang muncul di publik, seorang pengamat politik senior Indonesia, Rocky Gerung juga berpendapat sama. Menurutnya, penangkapan Tom Lembong ini masih menyimpan tanda tanya.

Hal tersebut Rocky Ungkapkan dalam video pada kanal YouTube miliknya ketika berdiskusi dengan Jurnalis Senior Hersubeno Arief.

“Akhirnya publik merumuskan sendiri apakah pemberantasan korupsi itu adalah soal hukum ataukah soal politik,” kata Rocky dalam Kanal Youtubenya dikutip pada Sabtu (2/11/2024).

Pengamat politik senior tersebut meyakini jika penangkapan Tom Lembong Terkait Kasus Korupsi ini dikait-kaitkan dengan politik.

“Dan untuk kasus Tom Lembong ini justru memperlihatkan bahwa gejala pemberantasan korupsi dikaitkan dengan politik,” jelas Rocky.

Rocky juga berpendapat, bahwa Tom Lembong yang berpihak pada Anies Baswedan pada Pilpres kemarin dianggap sebagai pembangkang oleh Presiden Jokowi, sehingga Tom kini mendapatkan getah dari yang dilakukannya.

“Karena Mungkin Tom Lembong tidak patuh dengan Jokowi, sehingga kaki tangan Jokowi ketika sudah lengser pun masih mengarah pada setiap tokoh yang dianggap tidak patuh pada Jokowi,” ujar Rocky.

“Sedangkan Tom Lembong inikan pendukung Anies, jadi publik udah punya presepsi bahwa Tom Lembong ini adalah korban dari balas dendam politik Jokowi,” tambah Rocky.

Selain itu, Rocky mengatakan jika alasan dan penyebab pasti penangkapan Tom Lembong ini bukan hanya membingungkan masyarakat saja, Indonesian Corruption Watch (ICW) pun juga sama masih mempertanyakan.

“Sampai sekarang kita nggak tau kan apa yang membuat dia diseret bahkan ditahan. ICW sendiri mempertanyakan apa penyebab itu kan,” kata Rocky.

Terakhir, Rocky juga berpendapat bahwa penangkapan Tom Lembong ini menjadi sinyal bagi para politikus lainnya yang dianggap bertentangan dengan Jokowi akibat tidak patuh.

“Tom Lembong ini semacam sinyal pada mereka yang pernah berselisih dengan Jokowi untuk siap-siap ditangkap,” kata Rocky. [MG-1]

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com