Beritabanten.com – Ribuan akhowat (perempuan) menyemut ke masjid Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan Al-Itishom di Jalan Maruga Raya, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, pada Sabtu 21 September 2024.
Mereka hendak menghadiri Tangsel Mengaji Bersama Kampung Duha Foundation Perayaan Maulid Nabi kerjasama dengan Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel, Dewan Kebudayaan Daerah Kota Tangsel, DKM Masjid Al-Itshom, Forum Majelis Talim Tangsel, dan Yayasan Halimah Alaydrus.
Magnet Maulid Nabi ini adalah Ustadzah Halimah Alaydrus yang kini fenomenal dengan ceramahnya yang bisa melintas golongan, sejuk, santun terutama tentang menata keluarga.
Pengakuan salah satu jamaah bernama Siti Badriyah dari Komplek Vila Inti Persada, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel berangkat dari rumah pukul 05.30 WIB hari ini Sabtu.
“Jamaah Ustadzah Halimah Alaydrus dari berbagai kalangan dan luar kota karena tertarik pada gaya penyampaian ustadzah,” ungkapnya.
“Jamaah dari Bandung sampai ada yang menginap di masjid ko. Tapi panitia sediakan minuman yang cukup,” sambungnya.
Dirinya mengaku kepincut dengan gaya ceramah Ustadzah Halimah jika menyampaikan siraman rohani dengan tutur kata lembut menyentuh, penyampaian sederhana dan sangat terasa.
“Apa yang kita rasakan dalam masalah rumah tangga beliau bisa sampaikan dengan sejuk dan mengena,” ungkapnya.
Ibah, biasa disapa, masih akan mengikuti terus setiap kali ada tempat yang mengadakan acara dengan penceramah Ustadzah Halimah Alaydrus.
“Saya malah sudah janjian sama temen di daerah Parakan Kelurahan Pondok Benda jika satu saat nanti bisa berangkat bareng kalau lokasinya memungkinkan,” tutup dia.

Lalu siapa sebenarnya Ustadzah Halimah Alaydrus yang mampu menyedot perhatian muslimah di Tangsel bahkan dari berbagai daerah tersebut. Berikut ulasannya.
Jati Diri
Ustadzah Halimah Alaydrus merupakan pendakwah asal Indramayu, Jawa barat. Ia lahir pada 2 April 1979.
Ustadzah Halimah merupakan syarifah atau masih memiliki keturunan dengan Rasulullah SAW.
Menimba Ilmu
Dia pernah menimba ilmu agama di sejumlah pesantren di antaranya Pesantren At-Tauhidiyah Tegal, Jawa Tengah dan ponpes Darullughah Wadda’awiyah Bangil, Pasuruhan.
Ustadzah Halimah juga pernah nyantri di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang lulus pada 1996.
Setelah itu, Ustadzah Halimah belajar di pesantren Daruz Zahra Tarim Hadramaut, Yaman dan lulus pada 1998.
Pengajar Agama
Disamping menimba ilmu, Ustadzah Halimah juga sempat menjadi pengajar di Ponpes Daruz Zahra.
Selain mengajar di Yaman, Ustadzah Halimah juga aktif mengajar di sejumlah majelis taklim di DKI Jakarta.
Ia juga kerap melakukan rihlah dakwah dan ilmiah tak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara dari Singapura, Brunei, Australia hingga ke UEA.
Karya Tulis
Di samping aktif memberikan dakwah dan mengajar, Ustadzah Halimah juga produktif mengeluarkan karya buku bertema dakwah dan agama.
Berikut sejumlah karyanya yang telah diterbitkan;
1. Tutur Hati, Kumpulan tulisan dari blog, twitter dan Facebook.
2. Muhasabah Cinta, Kisah dan nasihat tentang pernikahan.
3. Bidadari Bumi, Kisah 9 Wanita Shalehah.
4. Pilar Cahaya, Kisah 4 Sahabat Nabi SAW yang Pertama Masuk Islam.
5. Wahai Anakku, terjemahan Ayyuhal Walad karya Imam Al Ghazali.
6. Akhlak Kita, terjemahan Khuluquna karya Al Habib Umar bin Hafidz.
7. Bidadari Bumi 2, 9 Kisah Wanita Shalehah.
8. Kata Kita, Kumpulan Catatan Penerang Jiwa. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan