Selain Gunawan, ternyata ada Ignasius Thomas, seorang putra asli Sumatra Utara yang bekerja sebagai Quality Control di PT Aerofood ACS Bandara Kualanamu, juga memiliki pengalaman yang tak kalah berkesan.

Ia bertugas membantu para atlet dalam berinteraksi dengan media, dan rela mengambil cuti sebulan dari pekerjaannya di PT Aerofood.

“Nama baik Sumut menjadi pertaruhan di sini, dan sebagai warga, saya merasa terpanggil untuk menjaga kesuksesan acara ini,” ungkap dia dengan bangga.

Menjadi relawan adalah kesempatan yang langka dan penuh makna dengan berkontribusi di PON sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan manajemen.

“Pengalaman ini saya harap dapat menjadi nilai tambah di tempat kerja saya, dan semoga bisa membantu saya meraih posisi yang lebih baik ke depannya,” tambah Thomas.

Keterlibatannya dalam ajang ini memberinya rasa bangga sekaligus tanggung jawab untuk turut menjaga citra baik Sumatra Utara di mata nasional.

Sementara itu, Annisa O. Napitupulu, freelancer Event Organizer, juga merasakan berkah dari keterlibatannya dalam PON XXI.

Ia mendapatkan tawaran untuk bekerja di Media Center PON XXI, di mana ia bertugas membantu administrasi dan kebutuhan para jurnalis yang meliput acara tersebut.

Kesempatan ini, diakuinya, tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga membuka pintu bagi pengalaman baru yang sangat relevan dengan karirnya.

“Tawaran ini seperti berkah. Selain mendapatkan pengalaman baru, saya juga bisa menambah wawasan di bidang yang sangat relevan dengan pekerjaan saya,” ujar dia dengan semangat.

Annisa melihat PON XXI sebagai peluang emas untuk memperluas jaringan profesionalnya, yang diharapkan akan membantu memperkuat karirnya di industri event organizing.

Berhubungan dengan banyak jurnalis dan media juga memberi Annisa pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan manajemen acara skala besar.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com