Beritabanten.com – Insiden polisi tembak polisi di Solok Selatan membuat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) prihatin. Mereka mendesak Polri menindak polisi diduga melindungi tambang ilegal. Ini sebagai momentum untuk memberantas kejahatan lingkungan.
Pelaksana Tugas Direktur Walhi Sumbar, Abdul Aziz, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian khusus pada oknum yang terlibat dalam mafia tambang ilegal. “Kasus ini harus membersihkan Polri dari oknum pelaku kejahatan lingkungan,” kata Aziz.
Insiden penembakan ini menewaskan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar, yang ditembak oleh Kabag Ops AKP Dadang Iskandar, setelah Ulil menangkap pelaku tambang galian C ilegal.
Walhi juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ulil dan menegaskan bahwa kejahatan lingkungan sering melibatkan pihak berkuasa dengan kekuatan besar. (Sra)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan