Beritabanten.com – Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keselamatan kelistrikan, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pandeglang mengadakan sosialisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta bahaya listrik.
Kegiatan ini dilaksanakan di acara Kadaharan Buka Puasa yang diorganisir oleh Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang pada Kamis, 6 Maret 2025.
Supervisor K3L ULP Pandeglang, Laila Inayatus, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam membangun kesadaran masyarakat tentang K3 dan penggunaan listrik yang aman. Laila menjelaskan bahwa keselamatan masyarakat, yang merupakan bagian dari aspek K3 di PLN, menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh PLN.
“K3 di PLN mencakup banyak hal, dan salah satunya adalah keselamatan masyarakat umum. Kami berusaha untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan kelistrikan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan,” jelas Laila.
Dia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menimbulkan potensi bahaya kelistrikan bagi masyarakat, seperti menebang pohon di dekat gardu atau kabel tegangan tinggi, mendirikan bangunan atau tenda dekat jaringan listrik, memasang spanduk atau baliho di dekat kabel listrik, bermain layang-layang di sekitar kabel, serta penggunaan stop kontak yang berlebihan.
“Jika kegiatan tersebut terus dilakukan, dampaknya bisa sangat berbahaya, mulai dari luka ringan hingga kematian. Perlu diingat bahwa tegangan pada kabel sentral atau SUTM adalah 20 ribu volt, sedangkan tegangan di rumah hanya 220 volt. Artinya, tegangan pada kabel sentral jauh lebih tinggi, bahkan 100 kali lebih besar daripada tegangan listrik di rumah,” terangnya.
Laila juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan penggunaan kabel listrik di rumah. Ia menyarankan agar menggunakan kabel dengan standar SNI dan menghindari penggunaan kabel serabut, yang bisa menyebabkan konsleting dan kebakaran.
“PLN bertanggung jawab hingga titik KWH meter, sementara instalasi listrik setelah KWH meter serta di dalam rumah adalah tanggung jawab pelanggan itu sendiri,” pungkasnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan kelistrikan, sehingga dapat mengurangi risiko dan menciptakan lingkungan yang lebih aman. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan