Sementara, Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati mengatakan, Kawasan Ujung Kulon memiliki daya dukung yang mumpuni sehingga ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Kawasan Ujung Kulon memiliki warisan geologi dunia, seperti batuan endapan tsunami 1883.

Selain itu, Ujung Kulon juga memiliki keanekaragaman hayati yang langka di dunia yakni Badak Cula Satu, dan memiliki keanekaragaman budaya lokal serta beragam produk kreatif masyarakat.

Sementara itu Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafik mengatakan, Geopark Ujung Kulon dapat meningkatkan citra Indonesia di dunia. Selain itu, merupakan pendorong ekonomi di daerah yang jauh dari pusat-pusat perekonomian.

“Saya harap, Ujung Kulon menjadi model pengelolaan kawasan berkelanjutan, mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi dengan mengutamakan partisipasi masyarakat,“ katanya.

Ujung Kulon Culture Festival merupakan upaya sosialisasi Ujung Kulon sebagai Geopark Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung tanggal 27 s.d 29 Juli 2024.

Dalam kegiatan tersebut ditampilkan beragam kebudayaan setempat, pameran produk UMKM, kemping pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Pandeglang. UCF juga dimeriahkan oleh Rally Tour Offroad IOF Kabupaten Pandeglang.

Dalam pembukaan UCF dilaksanakan pula pelepasan Rally Tou Offroad dan Restorasi Sejuta Terumbu Karang oleh Pj Gubernur Banten Al Mukabar.

Selain itu, dilaksanakan penyerahan Sertifikat Geopark Nasional Ujung Kulon dari Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafik kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati disaksikan Pj Gubernur Banten Al Muktabar. (Red)

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com