Beritabanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berpotensi memperpanjang Status Darurat Siaga Bencana Hidrometeorologi, yang dijadwalkan berakhir pada 12 Maret 2025, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, menyampaikan bahwa curah hujan, suhu udara, serta laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menjadi dasar pertimbangan untuk memperpanjang status siaga bencana ini hingga April 2025.
“Kita menerima masukan dari BPBD, selain itu BMKG juga melaporkan setiap hari curah hujan, panas, dan suhu udara di Kota Tangerang. Berdasarkan itu, kemungkinan besar kami akan memperpanjang status siaga bencana hidrometeorologi hingga April,” ujar Maryono, Senin (10/3/25).
Maryono juga menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan penanganan banjir, Pemkot Tangerang telah menjalin kerja sama dengan daerah sekitar, seperti Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Pemprov Banten, dan wilayah administrasi Jakarta Barat.
Fokus utama dalam kolaborasi ini adalah mengurangi titik-titik banjir di perbatasan, dengan prioritas pada daerah-daerah hulu ke hilir.
Tiga lokasi yang mendapat perhatian utama dalam penanganan banjir adalah Kali Cirarab (perbatasan dengan Kabupaten Tangerang), Kali Angke (perbatasan dengan Jakarta Barat), dan Kali Ledug (perbatasan antara Periuk dan Jatiuwung).
Meskipun demikian, Maryono mengungkapkan bahwa banjir di Kota Tangerang telah surut sepenuhnya, namun pihaknya masih belum dapat menghitung kerugian akibat bencana tersebut.
Untuk mengantisipasi potensi bencana selanjutnya, Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat, stakeholder, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempersiapkan personel, sarana, dan kelengkapan lainnya.
“Kami sudah harus siap membantu masyarakat tanpa menunggu permintaan bantuan,” jelasnya. (Nul)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan