Beritabanten.com – Motif di balik tindakan pembegalan yang dilakukan oleh perempuan berinisial ML (23 tahun) terhadap sopir taksi online, PJ (47 tahun), di Gunung Anyar, Surabaya, adalah untuk mendapatkan uang guna bekerja dan liburan ke Australia.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Sumianto Harsya Fahroni, setelah memeriksa dan menginterogasi pelaku. Menurut Harsya, pelaku berencana menjual mobil korban secara online seharga Rp50 juta.
ML, lulusan perguruan tinggi swasta di Surabaya pada 2022, awalnya berangkat dari apartemen di Surabaya Timur dan memesan taksi online menuju sebuah toko printing di Jalan Mulyosari.
Sesampainya di sana, ia meminta bantuan orang lain untuk memesan taksi online melalui aplikasi yang berbeda. Polisi menjelaskan bahwa pelaku sengaja memesan melalui handphone orang lain untuk menghindari pelacakan.
Korban, PJ, yang mengendarai mobil Daihatsu Sigra putih, kemudian menjemput pelaku dan membawanya ke Perumahan Royal Park Residence.
Di tengah perjalanan, pelaku yang duduk di kursi belakang menyerang korban dengan menjerat lehernya menggunakan tali tas.
Ketika korban melawan, ML mengeluarkan pisau yang sudah dibawanya dan menusukkan pisau tersebut ke leher korban.
Kapolsek juga menambahkan bahwa ML telah merencanakan aksinya dengan membawa pisau, dan motifnya adalah untuk mendapatkan uang guna bekerja dan liburan ke Australia.
Pelaku merasa bosan dan kesulitan mencari pekerjaan, sehingga berencana mencari peluang di Negeri Kangguru.
Meski ML mengetahui bahwa mobil tanpa surat-surat bisa dijual seharga Rp50 juta, polisi memastikan bahwa ia belum pernah berhubungan dengan penadah. (nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan