Beritabanten.com – Menko Airlangga Hartarto mengatakan kegiatan mudik picu peningkatan kegiatan perekonomian di masing-masing daerah dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita patut bersyukur bahwa pelaksanaan mudik tahun ini berjalan lancar. Peningkatan jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 193,6 juta orang telah tertangani dengan baik,” ungkapnya melalui pesan elektronik, Selasa (16/04/2024).
Dia jelaskan, jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan naik hingga 13,7% dibandingkan tahun lalu tentu memberikan andil yang sangat signifikan terhadap perputaran ekonomi, sehingga dapat juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2024,”
Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran yang telah aktif bersinergi dan berkontribusi dalam membentuk kebijakan dan menjalankan program untuk perekonomian nasional yang berpengaruh bagi masyarakat luas.
“Namun, kita masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti pelambatan ekonomi global, hingga eskalasi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dengan semangat Idulfitri, mari tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mencapai target dan sasaran ekonomi yang telah kita tentukan,” ucap Menko Airlangga.
Dia jelaskan eskalasi tensi geopolitik ini bukan sesuatu yang diharapkan, namun tetap akan memonitor perkembangan situasinya dalam satu sampai dua bulan ke depan.
“Tentu kita lihat berbagai skenario, tetapi saat ini kita monitor situasi dulu, tidak boleh overreacting. Jadi, saat ini belum ada kebijakan khusus, namun yang sekarang paling penting kita jaga tentunya adalah biaya logistik.
Kemarin sebelum ada kasus Iran saja harga minyak dunia sudah naik, tapi tentu kita terus jaga, karena biaya transportasi utamanya dipengaruhi dari biaya BBM. Pemerintah sudah berkomitmen bahwa BBM tidak akan naik sampai Juni 2024,” tutur Menko Airlangga.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait untuk menjaga sektor makro dan riil, serta fiskal dan moneter.
Selain itu, Pemerintah juga akan tetap mengoptimalkan peran APBN sebagai bantalan.
“Kita melihat dari segi investasi yang naik itu biasanya safe haven investment yaitu komoditas emas, tapi kita juga ada kenaikan nikel.
Kita menjaga agar investasi tidak bergeser sehingga secara konkret kita merestrukturisasi perekonomian, baik itu dengan implementasi UU Cipta Kerja maupun de-bottlenecking dari perizinan investasi, mendorong berbagai Kawasan Ekonomi Khusus, dan menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional,” pungkas Menko Airlangga. [Red]
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan