Beritabanten.com – Di tengah ruang fiskal yang kian menyempit, pemerintah kabupaten di Indonesia seperti dipaksa mencari napas baru. Ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tak lagi cukup leluasa menjadi lokomotif pembangunan, kreativitas—yang dahulu sekadar pelengkap—kini menjelma menjadi kebutuhan utama.
Dari titik itulah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memulai langkahnya. Kamis (2/4), melalui layar-layar daring, rangkaian Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 resmi digulirkan. Namun bagi Apkasi, ini bukan sekadar ajang adu pesona. Ia dirancang sebagai medium baru: diplomasi ekonomi dalam balutan narasi kultural.
Sekretaris Jenderal Apkasi, Joune JE Ganda, melihat perubahan lanskap ini sebagai keniscayaan. Kabupaten, katanya, tak bisa lagi bertumpu pada pola lama yang mengandalkan belanja pemerintah sebagai penggerak utama.
Di banyak daerah, keindahan alam dan kekayaan budaya sesungguhnya telah lama tersedia. Yang kerap absen adalah cara bercerita—bagaimana potensi itu diterjemahkan menjadi daya tarik investasi dan kunjungan.
“Di tengah keterbatasan fiskal, kekuatan daerah justru ditentukan oleh kreativitas dan kepemimpinan. POI menjadi wajah otonomi yang bergerak, di mana generasi muda hadir sebagai penyampai cerita tentang daerahnya,” ujar Joune.
Dalam kerangka itu, POI bergerak melampaui panggung kontes. Ia menjadi semacam inkubator—ruang pertemuan antara talenta muda, identitas lokal, dan peluang ekonomi.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menyebut perjalanan lima tahun POI telah memberi gambaran tentang arah tersebut. Dari panggung daerah, sejumlah nama perlahan menembus tingkat nasional, membawa serta narasi asal-usulnya.
Ada cerita tentang Firsta Yufi Amarta, misalnya, yang berangkat dari POI 2023 sebelum kemudian menorehkan prestasi di tingkat nasional. Atau Karina Moudy, yang kini bersiap melangkah lebih jauh. Bagi Apkasi, kisah-kisah ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan bukti bahwa daerah memiliki cadangan talenta yang selama ini tersembunyi.
“Sejarah mereka bermula dari daerah. Ini menunjukkan bahwa jika diberi ruang, talenta kabupaten mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Sarman.
Lebih jauh, POI juga dirancang sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan. Program seperti “Sehari Menjadi Menteri” menjadi simbol upaya mempertemukan generasi muda dengan proses pengambilan kebijakan—sesuatu yang selama ini terasa jauh dari keseharian mereka.
Sementara itu, denyut persiapan mulai terasa di Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang ditunjuk sebagai tuan rumah malam puncak pada 3 Juli 2026. Bagi daerah ini, peran tersebut bukan hanya soal penyelenggaraan acara, tetapi juga kesempatan untuk menampilkan diri di panggung nasional.
Ketua TP PKK Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, menyambutnya sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ada harapan bahwa kehadiran para finalis dari seluruh Indonesia akan membawa cerita, interaksi, dan mungkin juga peluang baru bagi daerahnya.
Di sisi lain, pengalaman personal juga memberi warna pada perjalanan POI. Salsa Melania Aquina, juara 2025 asal Ogan Ilir, merasakan bagaimana jejaring yang terbentuk mampu memperluas dampak promosi daerah. Melalui kampanye digital, ia dan para finalis lain membangun narasi kolektif—tentang Indonesia yang dilihat dari pinggiran, bukan dari pusat.
Di sanalah barangkali letak perubahan yang sedang diupayakan Apkasi. Bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari angka-angka besar, melainkan dari cara sebuah daerah memperkenalkan dirinya.
Ajang POI 2026 pun menjadi semacam undangan terbuka bagi kabupaten di seluruh Indonesia: untuk tidak sekadar berpartisipasi, tetapi juga menemukan kembali kepercayaan diri mereka. Melalui dinas-dinas terkait dan jejaring lokal, pencarian talenta terbaik kini menjadi bagian dari strategi yang lebih besar.
Sebuah strategi yang bertolak dari keyakinan sederhana—bahwa di tengah keterbatasan fiskal, masa depan daerah justru bisa lahir dari kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk bercerita. (Red)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan