Beritabanten.com – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menuntut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Cilegon agar memperbaiki Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon.
Para demonstran yang berjumlah puluhan tersebut malakukan aksi teatrikal dengan membawa sekantong semen dan pasir yang akan diserahkan kepada DPU-PR Kota Cilegon.
Ketua Umum IMC, Arifin Sholehuddin, merasa prihatin atas kondisi JLS Cilegon tidak bisa menjadi solusi bagi masyarakat, karena kondisinya kini membahayakan.
“JLS Kota Cilegon awalnya dibangun untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan perekonomian, dan mempermudah akses ke kawasan industri, tapi kini kondisinya justru bisa menjadi masalah yang serius,” katanya.
Ia mengakui bahwa JLS Cilegon sempat diperbaiki menggunakan anggaran dari Kementerian PUPR, tetapi perbaikan tersebut belum menyelesaikan masalah karena belum dilakukan secara merata.
“Perbaikan yang ada belum merata, dan Pemkot Cilegon juga tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki JLS. Ini diakui oleh Sekretaris DPU-PR Cilegon,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Arifin menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi dari DPU-PR Kota Cilegon mengenai ketiadaan anggaran untuk perbaikan JLS.
“Kami kecewa dengan Pemkot Cilegon dan akan menyampaikan suara ini kepada DPRD Cilegon melalui rapat dengar pendapat,” ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris DPU-PR Kota Cilegon, Heri Suheri, terpantau bertemu dengan para mahasiswa yang melakukan demonstrasi.
Dirinya menyatakan ketiadaan anggaran menjadi keuntungan karena bisa mendapatkan dana dari Kementrian PUPR.
Namun saat ditanya perihal tersebut dirinya malah menolak memberikan penjelasan.
“Itu urusan Bina Marga, bukan kapasitas saya,” ujarnya singkat. (Nbl)
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News Beritabanten.com


Tinggalkan Balasan